
Bandarlampung – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, meminta pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Lampung memperkuat ketersediaan sumber daya air guna menjaga produktivitas sektor pertanian dalam menghadapi fenomena Godzilla El Nino atau kemarau ekstrem yang diperkirakan terjadi tahun ini.
Dalam rapat koordinasi menghadapi fenomena El Nino di Bandarlampung, Jumat, Jihan mengatakan kemarau ekstrem yang diprediksi lebih parah dibandingkan El Nino sebelumnya memerlukan langkah antisipasi yang cepat dan terintegrasi.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, fenomena Godzilla El Nino akan lebih parah dibandingkan El Nino sebelumnya. Karena itu, seluruh daerah harus meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan langkah mitigasi secara optimal,” katanya.
Menurut Jihan, Lampung sebagai salah satu daerah penghasil pertanian utama nasional harus memastikan ketersediaan air tetap terjaga agar produksi pangan tidak terganggu selama musim kemarau.
Ia menekankan pentingnya optimalisasi infrastruktur sumber daya air, seperti pompa air, sumur bor, dan embung melalui perbaikan maupun revitalisasi. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjamin pasokan air bagi lahan pertanian saat curah hujan menurun.
Selain penguatan infrastruktur air, pemerintah daerah juga diminta segera melakukan percepatan tanam, meningkatkan program pompanisasi, memanfaatkan varietas tanaman tahan kekeringan, serta mengaktifkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
Jihan juga meminta adanya sinergi antara dinas pertanian dan Perum Bulog guna menjaga stabilitas pasokan dan ketersediaan pangan selama periode kemarau.
“Menurut informasi BMKG, kemarau ekstrem diperkirakan mulai berlangsung pada Mei. Waktu yang tersedia untuk melakukan antisipasi sangat terbatas sehingga seluruh daerah harus bergerak cepat,” ujarnya.
Ia menjelaskan sebagian besar wilayah Lampung diperkirakan mulai mengalami penurunan curah hujan pada Mei, sementara puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada September. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi sektor pertanian, perkebunan, hortikultura, hingga ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Meski demikian, Jihan mengapresiasi capaian sektor pertanian Lampung yang berhasil meningkatkan produksi padi dari 2,73 juta ton gabah kering giling pada 2024 menjadi 3,25 juta ton pada 2025.
“Peningkatan produksi ini harus dipertahankan. Jangan sampai produktivitas yang telah dicapai menurun akibat dampak kemarau ekstrem,” katanya.
Pemerintah Provinsi Lampung berharap seluruh pemerintah daerah dapat memperkuat langkah mitigasi sejak dini guna meminimalkan dampak El Nino terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

