
Bandarlampung – Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan 1.222 unit irigasi perpompaan yang tersebar di 14 kabupaten/kota sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak fenomena El Nino pada sektor pertanian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KTPTH) Provinsi Lampung, Elvira Ummihani, mengatakan kesiapan menghadapi El Nino pada 2026 jauh lebih baik dibandingkan tahun 2023 berkat dukungan berbagai program penguatan sumber daya air dari Kementerian Pertanian.
“Bila dibandingkan tahun 2023, pada 2026 ini apabila terjadi fenomena El Nino, kita lebih siap. Kementerian Pertanian telah menjalankan program penguatan penyediaan sumber daya air untuk mendukung sektor pertanian,” kata Elvira di Bandarlampung, Jumat.
Menurut dia, program tersebut meliputi optimalisasi lahan melalui pembangunan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, serta penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan).
Ia menjelaskan pembangunan irigasi perpompaan telah dilakukan sejak 2024 hingga 2025 sehingga pada tahun ini diharapkan seluruh sarana yang tersedia dapat berfungsi secara optimal.
“Untuk irigasi perpompaan ini sudah dibangun sejak 2024–2025. Harapannya pada 2026 seluruh fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinas KTPTH Provinsi Lampung, hingga 2026 terdapat 1.222 unit irigasi perpompaan yang tersebar di seluruh wilayah Lampung. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 415 unit.
Elvira mengatakan keberadaan irigasi perpompaan diharapkan mampu mengurangi dampak kekeringan akibat El Nino, meskipun belum sepenuhnya menjangkau lahan pertanian yang masih bergantung pada curah hujan.
“Memang belum bisa mengatasi seluruh dampak El Nino karena masih terdapat lahan pertanian tadah hujan. Namun fasilitas yang ada terbukti cukup membantu menghadapi musim kemarau sebelumnya. Ke depan kami akan terus berkoordinasi untuk menyusun strategi mitigasi yang lebih efektif,” katanya.
Sebaran irigasi perpompaan terbesar berada di Kabupaten Lampung Timur sebanyak 247 unit, Way Kanan 209 unit, Lampung Tengah 187 unit, Lampung Selatan 186 unit, dan Pesawaran 147 unit. Sementara daerah lainnya tersebar di Lampung Barat, Lampung Utara, Tanggamus, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Mesuji, Pringsewu, Pesisir Barat, serta Kota Bandarlampung.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan 95 unit irigasi perpipaan pada 2026, meningkat dari 12 unit pada 2024. Fasilitas tersebut tersebar di Kabupaten Lampung Barat, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Way Kanan, Pesawaran, Pesisir Barat, dan Kota Metro.
Di sektor konservasi sumber daya air, pada 2026 tersedia 110 unit sarana konservasi yang tersebar di sejumlah kabupaten sebagai upaya menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian selama musim kemarau.

