
Bandar Lampung, (inforial.co) – Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Bandar Lampung, Topik Sanjaya, menegaskan komitmen organisasinya untuk berperan aktif dalam mendukung program ketahanan pangan, penguatan ekonomi masyarakat, dan pembangunan desa di Provinsi Lampung.
Komitmen tersebut disampaikan usai audiensi bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di ruang kerja Wakil Gubernur Lampung, Jumat (5/6/2026).
Topik menyatakan bahwa PMII siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal program-program pembangunan yang berorientasi pada masyarakat desa. Menurutnya, kader PMII memiliki potensi besar untuk terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya di sektor ekonomi dan ketahanan pangan.
“Kami melihat bahwa desa adalah kunci utama dalam pembangunan daerah. PMII sebagai organisasi kader akan hadir untuk mengoptimalkan potensi tersebut, baik melalui pendampingan UMKM, edukasi masyarakat, maupun penguatan kapasitas pemuda desa,” ujar Topik.
Ia juga menegaskan bahwa PMII tidak hanya berperan sebagai pengamat, tetapi akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan program-program pemerintah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“PMII siap mengambil peran nyata sebagai mitra kritis sekaligus kolaboratif. Kami akan mendorong kader-kader kami untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan solusi, dan menjadi bagian dari gerakan kemandirian desa,” tegasnya.
Selain itu, Topik menyampaikan bahwa agenda Pelatihan Kader Lanjut (PKL) yang akan digelar pada 1–5 Juli 2026 menjadi momentum penting untuk mencetak kader yang tidak hanya memiliki kapasitas intelektual, tetapi juga kepekaan sosial dan kemampuan pemberdayaan masyarakat.
“Melalui PKL, kami ingin melahirkan kader yang tidak hanya kuat secara ideologis, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman, terutama dalam isu ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan,” tambahnya.
Topik berharap sinergi antara PMII dan pemerintah daerah dapat terus terjalin dengan baik, sehingga mampu mendorong percepatan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Lampung, khususnya di wilayah pedesaan. (Boy)

