Tanggamus – Hari ketiga gelaran seni tari yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tanggamus sukses digelar di destinasi Taman Wisata Muara Indah, Minggu (28/2/2021).

Kegiatan tersebut merupakan lanjutan setelah dua hari sebelumnya sukses diselenggarakan di Destinasi Wisata Way Lalaan dan Lamban Adat Kota Agung.

Di Taman Wisata Muara Indah Kota Agung, kali ini Dinas Pariwisata Tanggamus menunjukan dua tarian yakni 1. Takhi budana, 2. Takhi Kumbang Asakh. Yang mana kedua tarian ini adalah bagian dari 12 tarian yang akan diperagakan sampai dengan Senin (1/3/2021).

Dengan diusung oleh salah satu sanggar tari yang ada di Tanggamus, “Helau Budaya” di bawah asuhan Bapak Ruslan, S.Pd., M.M, satu persatu adik-adik dari sanggar seni tari tersebut memperagakan tarian-tarian yang diagendakan.

Dari kedua tarian yang diperagakan, masing-masing memiliki arti sejarah nya tersendiri seperti;

1. Takhi Budana
Tarian yang bernafaskan Islam, yang dibawa oleh penyiar tempo dulu dan merupakan salah satu metode untuk mengumpulkan massa ketika para penyiar hendak mendakwahkan Islam.

2. Takhi Kumbang Asakh.
Dimana tarian ini mengandung arti yang menceritakan sebuah kumbang yang hendak mengambil sari pati bunga yang hanya mekar ketika masuk waktu Ashar.

Selain guna memperkenalkan kepada masyarakat atas budaya dan kesenian yang ada di Kabupaten Tanggamus, kegiatan Dinas Pariwisata ini juga bertujuan untuk menjadikan perhelatan sebagai daya tarik wisatawan baik di dalam maupun dari luar daerah untuk mencari tahu tentang seperti apa kearifan lokal yang ada di Kabupaten Tanggamus, yang masih terjaga dari generasi ke generasi.

Tokoh Budayawan Nazori (60) menyampaikan bahwasanya kesenian tari ini merupakan sebuah budaya yang sudah ada sejak zaman nenek moyang terdahulu yang berpusat di Skala Brak dan diwarisi oleh anak dan cucunya sampai ke masa dimana kita masih bisa melakukannya kembali pada hari ini.

“Saya selaku budayawan merasa bersyukur sekali dengan adanya acara ini. Mudah-mudahan apa yang menjadi impian saya selama ini untuk menjaga keutuhan seni dan budaya yang ada di Tanggamus bisa diterapkan oleh adek-adek semuanya dikemudian hari. Oleh sebab itu, disinilah kita selaku generasi penerus harus berinisiatif untuk melestarikan budaya kita ini, serta menjaganya jangan sampai kita lupakan, sehingga bisa terus kita rasakan manfaatnya di anak cucu kita nanti,” papar Datuk Nazori.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tanggamus Retno Noviana Damayanti, berharap dengan seni tarian Kabupaten Tanggamus yang kita cintai ini akan lebih dikenal. Selain itu, akan banyak lagi tarian-tarian yang akan pemerintah ekspose ke publik supaya dikenal khalayak. “Bahwa inilah budaya yang selama ini kita jaga kelestariannya,” tutupnya. (Jun/Roli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *