
Bandarlampung – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) guna memastikan derajat kesehatan masyarakat tetap terjaga dan mendukung target eliminasi penyakit tersebut.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengatakan pemerintah daerah telah membangun komitmen bersama dengan Dinas Kesehatan di 15 kabupaten/kota untuk mempercepat penanganan TBC di Provinsi Lampung.
“Pada tahun 2025 kami telah melakukan penandatanganan komitmen bersama dalam penanggulangan tuberkulosis bersama Dinas Kesehatan di 15 kabupaten dan kota. Komitmen ini menjadi langkah awal untuk memperkuat penanganan dan memastikan kesehatan masyarakat,” ujar Jihan Nurlela di Bandarlampung, Rabu (8/4).
Menurutnya, upaya pencegahan dan pengendalian terus dilakukan guna menekan penyebaran penyakit serta mendukung target eliminasi kasus TBC.
Ia menjelaskan bahwa setiap daerah memiliki tingkat penyebaran dan jumlah kasus yang berbeda, sehingga diperlukan strategi penanganan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.
“Untuk langkah teknis selanjutnya, kami terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan karena setiap kabupaten dan kota memiliki karakteristik sebaran kasus yang berbeda-beda,” katanya.
Jihan menambahkan, kasus TBC umumnya banyak ditemukan di kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi sehingga membutuhkan langkah antisipasi dan penanganan yang cepat serta terukur.
Menurut dia, pembentukan Desa Anti Tuberkulosis menjadi salah satu upaya yang dapat mendukung pengendalian penyakit tersebut. Namun, pemerintah daerah masih akan mempelajari lebih lanjut arahan dari Kementerian Kesehatan terkait implementasi program tersebut.
“Harapannya, berbagai langkah yang dilakukan dapat mendukung percepatan pengentasan tuberkulosis di Lampung,” ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah pusat mendorong percepatan eliminasi TBC melalui berbagai strategi, antara lain deteksi dini secara masif melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang ditargetkan menjangkau 130 juta penduduk pada 2026.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat layanan penanganan TBC dengan menyediakan lebih dari 100 alat diagnostik, 29 jenis obat TBC, serta mengembangkan 18 kandidat vaksin.
Peran desa juga terus didorong untuk mempercepat eliminasi TBC melalui penemuan kasus secara aktif, peningkatan edukasi masyarakat, serta pendampingan pasien hingga menyelesaikan pengobatan.
Secara nasional, tercatat sebanyak 5.711 desa dan kelurahan siaga TBC telah terbentuk di 22 provinsi dan 108 kabupaten/kota di Indonesia.

