
Bandarlampung, (imforial.co) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mulai merealisasikan program perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Way Kanan pada 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, pada tahun ini Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp172,2 miliar untuk pembangunan tujuh paket pekerjaan jalan dengan total panjang penanganan mencapai 20,20 kilometer yang tersebar di sejumlah ruas strategis di Kabupaten Way Kanan.
“Pemerintah Provinsi Lampung mulai merealisasikan perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Way Kanan sebagai bagian dari program pembangunan menyeluruh yang bertujuan meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Kamis.
Pelaksanaan pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) di Desa Gunung Sari, Kecamatan Rebang Tangkas.
Pada tahap awal, terdapat tiga paket pekerjaan prioritas yang mulai dikerjakan. Paket pertama berada di ruas Kasui–Air Ringkih dengan panjang penanganan efektif 5,64 kilometer dan anggaran Rp53,319 miliar. Ruas ini dibangun menggunakan konstruksi perkerasan kaku (beton).
Paket kedua berada di ruas Simpang Sopoyono–Serupa Indah dengan panjang penanganan satu kilometer dan anggaran Rp7,651 miliar menggunakan perkerasan fleksibel (aspal).
Sementara itu, paket ketiga berada di ruas Tegal Mukti–Tajab dengan panjang penanganan efektif 8,937 kilometer dan anggaran Rp67,017 miliar yang juga menggunakan perkerasan fleksibel.
Menurut Rahmat, program tersebut merupakan langkah awal percepatan pembangunan infrastruktur jalan di Way Kanan yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat.
“Peningkatan kualitas jalan diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tersebut,” katanya.
Ia menegaskan seluruh pekerjaan harus dilaksanakan dengan kualitas terbaik agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya pengawasan dan pemeliharaan infrastruktur, terutama pada sistem drainase, guna menjaga ketahanan jalan yang telah dibangun.
“Kami mengingatkan pentingnya pengawasan dan pemeliharaan, terutama pada sistem drainase agar jalan yang dibangun dapat be
rtahan lama,” ujarnya.

