
Bandung – Sebanyak 60 anggota Ikatan Jurnalis Pemprov (IJP) Lampung melakukan perjalanan “Safari Jurnalistik” ke Bumi Parahiyangan, Sabtu (29/11) hingga Selasa (2/12/2025).
Kunjungan kerja rombongan besar jurnalis yang sehari-hari bertugas meliput di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung itu bukan sekadar pelesir. Melainkan sebuah misi penting untuk memperdalam pengetahuan, meningkatkan kapasitas anggota, serta merajut silaturahmi dengan ekosistem media dan pemerintah di Tanah Pasundan.
Dalam perjalanan empat hari yang dipimpin Ketua IJP Lampung, Abung Mamasa, para penggurus dan anggota IJP diharapkan membawa pulang wawasan baru yang dapat diterapkan untuk kemajuan pers di Lampung.
“Hasil kunjungan ini diharapkan dapat menjadi masukan penting untuk kita bawa pulang ke Pemprov Lampung, terutama dalam hal peningkatan kapasitas jurnalis dan pola kemitraan strategis,” harap Abung setiba di Bandung, Minggu (30/11/2025).
Menjawab Tantangan Pers dalam Era Digitalisasi

Salah satu agenda IJP Lampung pada kegiatan safari jurnalistik di sana ialah mengunjungi kantor Pikiran Rakyat Media Network (PRMN), salah satu grup media terbesar di Jawa Barat, Senin (1/12/2025).
Hal itu menjadi ajang penting untuk bertukar pikiran mengenai praktik jurnalistik modern, pengelolaan media, dan tantangan yang dihadapi industri pers saat ini. Kunjungan rombongan IJP disambut Managing Editor PRMN, Muhammad Bayu Pratama.
Bayu menjelaskan Pikiran Rakyat telah hadir sejak 1966, dimulai dari radio sebelum berkembang ke koran. Sementara unit digital PikiranRakyat.com hadir 1996, dan pada 2019 perseroan mengusung nama Pikiran Rakyat Media Network sebagai penanda ekspansi ke berbagai daerah di Indonesia. Kini PRMN telah menaungi sekitar 180 media lokal dalam satu ekosistem kolaborasi.
“Kami tidak berafiliasi dengan politik. Konsep kami berada di tengah, bermitra dengan semua tanpa condong ke kiri atau kanan. Nilai inilah yang menjaga independensi kami,” terangnya..
Bayu lanjut menceritakan kemelut perjalanan Pikiran Rakyat. Pada 2005, percetakan mereka sempat terbakar. Hingga perusahaan beberapa kali mengalami pasang surut serta pergantian sumber daya manusia. Namun dukungan publik dan mobilitas redaksi membuat media ini tetap tumbuh.
Sementara, radio PRFM 107.5 FM yang awalnya bertema perempuan telah bertransformasi menjadi radio berbasis citizen journalis sejak 2007. Kini PRFM menjadi satu-satunya radio berita yang bertahan di Bandung Raya, dengan sekitar 10.000 laporan warga perhari. Mulai dari informasi lalu lintas, cuaca, layanan publik, hingga laporan unik seperti kehilangan hewan peliharaan.
PRMN sangat menyadari jika telah lebih dari satu dekade media cetak di Indonesia menghadapi tantangan berat. Bahkan sejak 2015, tren konsumsi koran menurun tajam dan menyentuh fase kritis.
Namun dibeberapa Negara maju, seperti Amerika mucul signal baru. Sekitar 40 persen Gen Z di sana mulai kembali ke produk fisik seperti koran, majalah, dan komik akibat kejenuhan terhadap media sosial. Meski tren tersebut belum kuat di Indonesia, hal itu dinilai merupakan sebuah potensi bisa digarap.
Atas dasar itulah, Pikiran Rakyat kini aktif mendekatkan koran kepada mahasiswa dan komunitas muda. Ada sekitar 30 kampus di Bandung yang rutin terlibat dalam program mereka. Dan sejak 2024, PRMN memperkenalkan inisiatif Homeless Media. Yakni dukungan bagi konten kreator dan jurnalis independen yang kesulitan pendanaan. Program itu membantu mereka mengakses jejaring media, kolaborasi publikasi, hingga peluang hibah dari lembaga internasional.
Tidak hanya itu, PRMN juga mulai menggandeng influencer lokal sebagai bagian dari model media berjejaring, seiring berkembangnya konten digital dan kreator mikro di Instagram.
Belajar Strategi Komunikasi Publik dan Kemitraan

Setelah berkunjung dari PRMN, IJP Lampung berlanjut ke Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Jawa Barat guna mempelajari strategi komuniasi publik di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi (KDM).
IJP Lampung menilai, Jawa Barat berhasil membangun sistem komunikasi yang efektif sehingga meningkatkan visibilitas kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi.
IJP Lampung ingin memahami bagaimana praktik komunikasi yang dijalankan Pemprov Jawa Barat dapat diterapkan di Lampung.
Perwakilan Diskominfo Jawa Barat Andri Bukhori menjelaskan, bahwa kunci komunikasi Pemprov Jabar terletak pada evaluasi rutin serta standar operasional yang jelas.
“Strategi komunikasi kami selalu melalui evaluasi. Ada SOP dan prosedurnya, termasuk bagaimana menghadapi manajemen krisis. Minimal dua kali seminggu kami melakukan evaluasi,” kata Andri.
Ia menegaskan, pemerintah tidak dapat berjalan tanpa sinergi dengan media. Diskominfo Jabar mengedepankan fungsi sebagai fasilitator bagi wartawan yang tergabung dalam kelompok kerja Gedung Sate atau Pokja Kesat.
Selain dengan wartawan, Pemprov Jawa Barat juga menjalin kerja sama dengan perusahaan media dengan tetap mengedepankan kaidah dan etika jurnalistik. Seluruh media yang bekerja sama dengan Pemprov Jabar harus memiliki badan hukum yang telah diverifikasi oleh Dewan Pers.
“Kami bekerja sama dengan media, tapi di sisi lain kami juga punya pertanggungjawaban. Pertimbangan kerja sama selalu berdasarkan analisis,” kata Andri.
Pemprov Jawa Barat juga merangkul berbagai organisasi jurnalis seperti PWI, IJTI, AJI, dan sejumlah organisasi lainnya untuk memperkuat sinergitas komunikasi pemerintah.
Bahkan, Pemprov Jabar mengaku selalu membuka peluang kolaborasi dengan media dari luar Jawa Barat, termasuk dalam kunjungan kerja gubernur.
“Kalau ada kunjungan luar daerah, biasanya kami memberdayakan media lokal di lokasi kunjungan. Misalnya Pak Gubernur ke Lampung, ya media lokal Lampung kami libatkan untuk kolaborasi,” ujarnya.
Kekompakan di Kota Kembang

Menggunakan dua unit bus, perjalanan safari ini juga menunjukkan soliditas dan kekompakan IJP Lampung. Selama di Jawa Barat, para jurnalis tidak hanya fokus pada agenda formal, tetapi juga memanfaatkan momen untuk mempererat keakraban antar anggota.
Bandung, yang dikenal dengan julukan Kota Kembang, menjadi latar yang sempurna bagi para jurnalis Lampung untuk sejenak menikmati suasana baru, menggali inspirasi dari dinamika jurnalistik di luar daerah, serta menyegarkan pikiran sebelum kembali bertugas.Kunjungan ini menegaskan komitmen IJP Lampung untuk terus menjadi mitra kritis dan konstruktif bagi Pemerintah Provinsi Lampung.
Dengan bekal pengetahuan dan jaringan baru dari Jawa Barat, para jurnalis IJP siap berkontribusi lebih optimal dalam menyebarkan informasi pembangunan yang faktual dan memberdayakan masyarakat. (*)

