
Bandar Lampung (inforial.co) – Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, mendesak evaluasi menyeluruh terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah ratusan murid dilaporkan mengalami dugaan keracunan akibat Makan Begizi Gratis (MBG).
Tiga sekolah dilaporkan terdampak, yaitu SDN 4 Sumberejo, SD Al Munawaroh, dan SMPN 14 Bandar Lampung. “Kami meminta evaluasi menyeluruh terhadap SPPG di Kota Bandar Lampung,” tegas Asroni, Selasa (17/2/2026). Ia menekankan pentingnya menjaga standar sanitasi, kualitas bahan baku makanan, serta rantai distribusi dengan ketat.
Asroni menambahkan, dugaan keracunan tidak hanya dialami murid, tetapi juga guru dan orang tua/wali murid. Oleh karena itu, ia mendesak Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga terkontaminasi untuk menemukan penyebab pasti insiden tersebut.
Lebih lanjut, ia meminta program MBG dihentikan sementara sampai ada klarifikasi teknis terkait penyebab keracunan. Politisi Gerindra itu juga mendorong Pemkot Bandar Lampung meningkatkan koordinasi antar lembaga terkait untuk memperketat pengawasan kualitas dan keamanan gizi yang diberikan kepada siswa.
“Program yang bertujuan baik ini tidak boleh tercoreng oleh kelalaian. Jika ada kesalahan, harus segera diperbaiki. Jika ada pelanggaran, harus ditindak tegas,” tegas Asroni Paslah. Ia juga menekankan pentingnya transparansi informasi kepada orang tua siswa agar masyarakat tidak terjebak dalam kepanikan.
DPRD Kota Bandar Lampung siap memfasilitasi dialog antara pemerintah daerah dan instansi teknis untuk memastikan keamanan pangan di sekolah terjaga dengan baik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam terhadap penyedia jasa makanan terkait, sementara para korban terus mendapatkan perawatan intensif dari tim medis setempat.
Insiden ini menjadi peringatan penting bagi seluruh pihak terkait agar lebih berhati-hati dalam memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada anak-anak, khususnya dalam program yang bertujuan mendukung gizi dan kesehatan siswa. (BOY)

