
Bandar Lampung – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Lampung mengutus petugas teknis bersama oknum anggota Brimob Polda Lampung untuk mencabut KWH listrik pelanggan milik Ketua Ikatan Jurnalis Provinsi (IJP) Lampung Edwin Febrian di Desa Fajar Baru, Lampung Selatan, Rabu (21/9/2022).
Pihak PLN membawa meteran KWH milik Edwin dengan alasan kualitas meteran tersebut berkapasitas rendah. Dan Edwin diminta membayar uang denda jika ingin meterannya dipasang kembali.
Menyaksikan petugas PLN dan oknum Brimob memeriksa dan membawa meteran listrik rumahnya, Edwin mengaku kecewa dan menduga hal tersebut hanya akal-akalan pihak PLN.
Sebab, sejak ia memasang meteran listrik tersebut lebih kurang enam tahun ia merasa tidak pernah ada masalah. Bahkan segel pada meteran pasca bayar miliknya tidak ada kerusakan sama sekali. Dan yang memasang juga adalah petugas dari PLN.
“Saya sama sekali tidak pernah ada masalah pada meteran listrik itu. Ketika tokennya habis selalu saya isi ulang,” kata EF.
Kalau pun ada masalah pada meteran tersebut, lanjut Edwin, kemungkinan hal tersebut adalah ulah petugas PLN yang memasang meteran dan tanpa ada perintah atau arahan dari saya selaku pemilik rumah.
“Saya menduga kejadian yang saya alami ini hanya akal-akalan pihak PLN. Dan kemungkinan kejadian yang saya alami ini juga terjadi pada pelanggan lain. Jika benar ini sangat berbahaya,” lanjut EF.
Edwin berencana akan mengkonfirmasi ke pihak PLN terkait pemeriksaan dan pencabutan meteran listrik miliknya. Dan akan menempuh jalur hukum terkait persoalan tersebut.
Pemeriksaan dan pencabutan meteran listrik pascabayar tersebut menurutnya sangat mempermalukan dirinya.
“Tetangga saya melihat rumah saya didatangi petugas PLN dan Polisi, seperti saya melakukan tindakan kejahatan,” keluhnya.
Setelah itu, ketika Edwin menyambangi kantor PT PLN (Persero) UPT Way Halim, ia diminta untuk membayar membayar Rp2.500.000 serta diminta untuk ke laboratorium PLN Tanjung Karang untuk uji KWH.
Sementara, hal yang sama juga dialami oleh Yadi, ID Pelanggan 17.120.1818xxx, warga Jalan Nawawi Gelar Dalom, Rajabasa Jaya, Rajabasa, Bandar Lampung ketika ditemui di PT PLN (Persero) UPT Way Halim Jalaan RA Gunawan No 7A, Bandar Lampung.
Ia menjelaskan, pada Selasa (21/9/2022), kediamannya disambangi petugas PLN dan mengatakan jika kondisi meteran listrik di rumahnya tidak normal. Sehingga petugas memutus meteran listrik prabayar di rumahnya. Sementara setelah diuji tera di laboratorium PLN Tanjung Karang kondisi meteran Yadi dalam kondisi normal.
“Maka saya juga bingung, Mas. Katanya putaran metaran saya tidak normal, sementara ketika diuji di laboratorium PLN Tanjung Karang normal tidak ada masalah,” keluh Yadi.
Sementara, ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut Humas PT PLN (Persero) UID Lampung, Darma Saputra mengkau sedang rapat. “Saya sedang rapat,” singkat Darma. (*)

