Bandarlampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus dimulai dari desa sebagai basis utama perekonomian masyarakat.

 

“Penguatan UMKM harus dimulai dari desa sebagai basis ekonomi masyarakat. Di Lampung, sektor ini harus terus diperkuat,” kata Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Sabtu.

 

Menurutnya, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah karena mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

 

“Kalau produk desa bisa naik kelas, UMKM akan tumbuh. Ketika UMKM tumbuh, lapangan kerja terbuka luas. Saat lapangan kerja tersedia di desa, generasi muda tidak perlu merantau jauh dan bisa sukses dari kampung halamannya sendiri,” ujarnya.

 

Ia mengatakan Kabupaten Lampung Timur memiliki potensi besar dalam pengembangan desa mandiri berbasis UMKM. Dengan dukungan berbagai pihak, desa-desa di daerah tersebut diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

 

“Ini yang kita inginkan, desa yang mandiri, hidup, dan membanggakan. Berbagai kegiatan pengembangan UMKM diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menginspirasi generasi muda untuk menjadi pelaku usaha,” katanya.

 

Berdasarkan data pemerintah daerah, saat ini terdapat sekitar 51 ribu UMKM di Kabupaten Lampung Timur yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

 

Gubernur menegaskan bahwa pengembangan UMKM memerlukan kolaborasi semua pihak, baik dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan akses pasar, maupun dukungan permodalan.

 

“Kalau sumber daya manusianya perlu ditingkatkan, mari kita lakukan bersama. Kalau akses pasar masih terbatas, kita buka bersama. Jika permodalan menjadi kendala, kita bantu fasilitasi aksesnya. Pemerintah telah menghadirkan banyak program, tinggal bagaimana seluruh pihak bergotong royong mendukung UMKM dan meningkatkan daya saingnya,” ujar dia.

 

Ia menambahkan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi faktor kunci dalam menjadikan UMKM sebagai penggerak kemajuan ekonomi desa.

 

“Kuncinya ada pada sumber daya manusia yang unggul, cerdas, terampil, dan mampu mengelola potensi daerahnya. Dengan inovasi dan kreativitas, setiap desa dapat bersaing dan menjadi lebih unggul,” katanya.

 

Selain itu, UMKM berbasis hasil pertanian dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan guna meningkatkan nilai tambah produk desa dan memperkuat ekonomi masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *