
Bandarlampung — Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung melakukan preservasi ruas Jalan Simpang Teluk Kiluan–Simpang Umbar di Kabupaten Tanggamus guna meningkatkan aksesibilitas menuju destinasi wisata Gigi Hiu.
Kepala BMBK Provinsi Lampung, Muhammad Taufiqullah, mengatakan pembangunan infrastruktur jalan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi sektor pariwisata di wilayah pesisir Lampung.
“Beberapa titik pada jalur wisata yang menghubungkan Kota Bandarlampung, Kabupaten Pesawaran, hingga Kabupaten Tanggamus sedang dilakukan penanganan berupa pelebaran maupun pembangunan jalan. Langkah ini dilakukan untuk mendukung pengembangan kawasan wisata,” kata Taufiqullah di Bandarlampung, Kamis.
Menurutnya, ruas Jalan Simpang Teluk Kiluan–Simpang Umbar menjadi salah satu prioritas karena merupakan akses utama menuju objek wisata Gigi Hiu yang selama ini terkendala kondisi jalan yang belum optimal.
Ruas jalan tersebut memiliki panjang total sekitar 25 kilometer, dengan panjang penanganan efektif mencapai 2,6 kilometer. Perbaikan akan dilakukan menggunakan konstruksi rigid pavement atau perkerasan beton guna meningkatkan daya tahan jalan.
Pemerintah Provinsi Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp25 miliar untuk pelaksanaan proyek tersebut. Jalan akan dibangun dengan lebar delapan meter yang terdiri atas enam meter badan jalan dan dua meter bahu jalan di sisi kiri dan kanan, lengkap dengan saluran drainase.
Berdasarkan data BMBK Lampung, kondisi jalan mantap pada ruas tersebut saat ini mencapai 13,2 kilometer atau sekitar 52,47 persen. Sementara itu, kondisi jalan tidak mantap masih mencapai 11,9 kilometer atau sekitar 47,53 persen.
Taufiqullah berharap pembangunan jalan dengan konstruksi beton dapat meningkatkan kemantapan ruas jalan sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dan wisatawan menuju kawasan wisata Gigi Hiu.
“Dengan kondisi jalan yang lebih baik, akses menuju destinasi wisata akan semakin mudah sehingga dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat,” ujarnya.

