
Bandarlampung — Pemerintah Provinsi Lampung berupaya mengembangkan kawasan pariwisata terpadu di Kabupaten Tanggamus dan sekitarnya sebagai langkah memperkuat sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung, Tony Ferdiansyah, mengatakan wilayah Tanggamus memiliki beragam potensi wisata yang dapat dikembangkan, salah satunya destinasi wisata Gigi Hiu yang memiliki karakteristik alam unik dan menjadi daya tarik wisatawan.
“Di Kabupaten Tanggamus dan sekitarnya terdapat banyak potensi pariwisata. Salah satunya adalah destinasi Gigi Hiu yang menarik untuk dikunjungi wisatawan dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai wisata minat khusus,” ujar Tony Ferdiansyah di Bandarlampung, Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, Pemprov Lampung akan membentuk dan mengembangkan klaster khusus pariwisata melalui pengelolaan kawasan wisata terpadu yang membentang dari Kiluan Negeri hingga Kota Agung sepanjang kurang lebih 60 kilometer.
“Kawasan ini akan dikelola secara terpadu. Kami juga akan melakukan koordinasi dan forum diskusi bersama pemerintah kabupaten serta para pemangku kepentingan untuk menyusun langkah pengembangannya,” katanya.
Ia menjelaskan kawasan tersebut memiliki berbagai potensi wisata, mulai dari spot fotografi alam di Gigi Hiu, wisata bahari, hingga warisan budaya berupa rumah-rumah tua yang masih terjaga.
Selain pengembangan destinasi wisata, pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan fasilitas pendukung berupa penginapan dan homestay berbasis masyarakat. Konsep tersebut mengadopsi pengelolaan wisata yang telah berkembang di sekitar Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur.
“Setelah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, terdapat rencana pengembangan homestay di rumah-rumah warga guna meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Tony menambahkan, kawasan wisata di Kabupaten Pesawaran yang berbatasan dengan Tanggamus juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari koridor wisata terpadu. Beberapa destinasi unggulan yang dimaksud antara lain Pulau Wayang, Pulau Kelagian, Teluk Hantu, dan Pantai Kiluan.
“Potensi wisata pantai di kawasan ini sangat besar dan memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” tambahnya.
Selain sektor pariwisata, kawasan tersebut juga dinilai memiliki peluang besar untuk pengembangan ekonomi kreatif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah penyediaan sentra penjualan cenderamata dan produk lokal di sepanjang jalur menuju destinasi wisata melalui kolaborasi dengan masyarakat setempat.
Lebih lanjut, ia mengatakan pengembangan desa wisata juga menjadi bagian penting dalam program tersebut. Desa wisata direncanakan akan dikembangkan di kawasan Kiluan, sedangkan di Kabupaten Pesawaran akan difokuskan pada wilayah Pulau Wayang dan Teluk Hantu yang telah memiliki Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
“Pemerintah kabupaten diharapkan terus mengaktifkan dan memperkuat Pokdarwis di wilayah yang memiliki potensi wisata agar pengelolaan destinasi dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” kata Tony.

