
Bandarlampung – Wakil Gubernur Lampung, , menegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan instrumen fundamental dalam pembangunan manusia dan kemajuan daerah.
“Pendidikan merupakan instrumen utama pembangunan manusia dan pembangunan daerah. Tanpa sumber daya manusia yang mumpuni, potensi daerah tidak akan dapat dikelola secara maksimal,” kata Jihan Nurlela di Bandarlampung, Selasa.
Menurutnya, meskipun kondisi fiskal masih menjadi tantangan, kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan para pemangku kepentingan menjadi kunci untuk memastikan program prioritas pendidikan tetap berjalan optimal, terutama dalam peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan.
Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan standar kualitas pendidik sejalan dengan arahan pemerintah pusat. Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan melalui kebijakan pembebasan biaya komite bagi seluruh siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Lampung.
“Kebijakan ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan sekaligus menekan angka anak tidak sekolah di Provinsi Lampung,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov Lampung juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk mengembangkan kebijakan serupa sesuai dengan kemampuan fiskal masing-masing daerah.
Jihan menjelaskan bahwa capaian sektor pendidikan di Lampung menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung tercatat mencapai 73,98 poin atau meningkat 1,16 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut didukung oleh angka harapan hidup sebesar 74,71 tahun, harapan lama sekolah 12,79 tahun, dan rata-rata lama sekolah 8,61 tahun.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih perlu diatasi, antara lain kesenjangan akses pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), keterbatasan infrastruktur, tingginya angka anak tidak sekolah, serta distribusi tenaga pendidik yang belum merata.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menghadirkan berbagai program inovatif, seperti Sekolah Cangkok bagi siswa di daerah terpencil, Program Lampung Mengajar untuk pemerataan distribusi guru, serta Program Vokasi Migran yang bertujuan menyiapkan tenaga kerja terampil dan berdaya saing global.
Pemerintah daerah juga terus mendorong transformasi digital pendidikan melalui berbagai platform pembelajaran dan pengelolaan data guna meningkatkan kualitas pendidikan serta memperkuat kesiapan siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

