
Bandarlampung – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, memastikan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kotabaru, Kabupaten Lampung Selatan, tetap mengedepankan standar kualitas meskipun pengerjaannya dipercepat.
“Dari hasil pemantauan bersama pengawas dan pelaksana proyek, progres pembangunan Sekolah Rakyat permanen berjalan sesuai rencana. Kendala teknis yang sebelumnya muncul juga telah berhasil diatasi,” ujar Jihan di Bandarlampung, Sabtu.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Lampung terus melakukan pengawasan di lapangan meskipun secara teknis proyek tersebut menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum dan kementerian terkait lainnya.
Ia menegaskan percepatan pembangunan tidak boleh mengurangi kualitas hasil pekerjaan. Seluruh pelaksana proyek diminta memastikan setiap tahapan pembangunan mengacu pada detail engineering design (DED), spesifikasi teknis, serta kontrak kerja yang telah disepakati.
“Tidak ada kompromi terhadap kualitas. Fasilitas ini akan digunakan oleh anak-anak didik kita, sehingga aspek keamanan dan kenyamanan harus menjadi prioritas utama,” katanya.
Selain kualitas bangunan, Jihan juga menekankan pentingnya penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi seluruh pekerja proyek.
“Para pekerja, baik yang berasal dari dalam maupun luar daerah, menjadi tanggung jawab bersama selama berada di lokasi proyek. Keselamatan kerja harus tetap dijaga karena mereka bekerja di Lampung dan menjadi bagian dari tanggung jawab kita,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Lampung saat ini menunjukkan progres positif dengan capaian 36,13 persen, sedikit melampaui target rencana sebesar 35,88 persen.
Fasilitas yang dibangun meliputi asrama putra tingkat SD, asrama putri tingkat SMP, gedung sekolah SD dan SMP, gedung serbaguna, masjid, lapangan sepak bola, serta akses jalan kawasan.
Selain itu, kawasan sekolah juga dirancang dengan pendekatan ramah lingkungan melalui penataan lanskap dan penyediaan fasilitas pendukung yang berkelanjutan.
Jihan berharap pembangunan dapat selesai tepat waktu sehingga segera dimanfaatkan masyarakat. “Kami berharap pada Juni mendatang Sekolah Rakyat ini sudah dapat diresmikan dan digunakan siswa untuk belajar di fasilitas yang baru dan representatif,” katanya.
Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program strategis nasional yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Lampung.
Sekolah Rakyat di Kotabaru dibangun di atas lahan seluas 95.478 meter persegi atau sekitar 9,54 hektare yang berstatus hak pakai milik Pemerintah Provinsi Lampung.
Proyek tersebut mulai dikerjakan pada 15 Desember 2025. Awalnya pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu delapan bulan atau pada Agustus 2026. Namun, berdasarkan instruksi pemerintah pusat, target penyelesaian dipercepat menjadi 20 Juni 2026. Untuk memenuhi target tersebut, kontraktor menerapkan sistem kerja tiga sif.

