
Bandarlampung – Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui revitalisasi UMKM Center sebagai upaya memperluas akses pemasaran produk lokal sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata daerah.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan, mengatakan revitalisasi UMKM Center dilakukan dengan memperkuat pembinaan kepada pelaku UMKM guna meningkatkan kualitas dan daya saing produk.
“UMKM Center saat ini sedang direvitalisasi agar dapat mendukung perluasan akses produk lokal Lampung. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan sektor pariwisata yang tengah berkembang di daerah,” kata Mulyadi di Bandarlampung, Sabtu.
Menurutnya, sektor pariwisata dan UMKM memiliki keterkaitan yang erat. Wisatawan umumnya mencari buah tangan khas daerah, baik berupa produk kerajinan maupun makanan tradisional, sehingga keberadaan UMKM menjadi penunjang penting dalam pengembangan pariwisata.
“Pembinaan dan revitalisasi akan terus dilakukan. Kami tidak ingin perekonomian Lampung hanya bertumpu pada sektor industri tertentu, tetapi juga diperkuat oleh pengembangan UMKM,” ujarnya.
Mulyadi menjelaskan, revitalisasi UMKM Center merupakan bagian dari kolaborasi Pemerintah Provinsi Lampung bersama pemerintah kabupaten dan kota dalam menyiapkan kawasan UMKM yang terintegrasi.
UMKM Center akan dikembangkan dengan konsep hub center atau pusat layanan terpadu yang menghimpun produk unggulan dari 15 kabupaten/kota di Lampung. Dengan konsep tersebut, masyarakat maupun wisatawan dapat memperoleh berbagai produk UMKM dan ekonomi kreatif dalam satu lokasi.
“UMKM Center dirancang sebagai one stop service. Setelah berwisata, masyarakat dapat langsung mencari oleh-oleh khas Lampung di satu tempat karena produk dari berbagai daerah tersedia di sana,” jelasnya.
Dalam pengembangannya, pemerintah juga berencana menjalin kerja sama dengan berbagai jenama lokal serta menyiapkan dukungan subsidi. Saat ini, konsep tersebut masih dalam tahap pematangan.
Selain menjadi pusat promosi dan pemasaran produk, UMKM Center juga akan dilengkapi dengan inkubator bisnis untuk membantu pengembangan UMKM rintisan.
“Pelaku UMKM yang telah sukses nantinya dapat menjadi penggerak bagi UMKM lainnya. Seluruh ekosistem usaha akan terintegrasi dalam UMKM Center,” kata Mulyadi.
UMKM Center Lampung yang berfungsi sebagai etalase produk lokal dan pusat promosi UMKM berdiri di atas lahan seluas 4.856 meter persegi dengan luas bangunan 1.130 meter persegi. Bangunan dua lantai tersebut berlokasi di kawasan Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Way Halim, Bandarlampung.

