
Tanggamus – Pencemaran tanah akibat pestisida dan herbisida dianggap dapat mengurangi kesuburan dan struktur tanah. Akibatnya berdampak pada pertumbuhan tanaman dan mengurangi hasil produksi.
Hal itu menjadi salah kerisauan Ketua Tanggamus Peduli, Dedi Suparman. Sehingga bersama Kelompok Tani Makmur Pekon Sidomulyo Kecamatan Air Naningan dan peneliti dari Universitas Lampung (Unila) yang merupakan Dosen Bidang Pertanian, Rusdi Evizal membuat Biochar (arang) guna untuk penelitian memperbaiki unsur tanah pertanian, Senin (30/5/2022).
Dedi Suparman menjelaskan, penelitian yang menggunakan Biochar dicampur pupuk organik dan non organik itu rencananya akan di uji coba ke tanaman Cacao (cokelat) agar tanahnya tetap gembur dan subur.
“Tujuan utama dari pengolahan Biochar dari arang bekas kayu bakar yang dihaluskan dan dicampur pupuk ini untuk penggemburan tanah dan melindungi unsur hara yang ada di tanah yang seiring waktu rusak akibat obat-obatan kimia,” terangnya.
Dedi juga mengatakan, apabila uji cobanya berhasil akan mengembangkan hasil penelitiannya agar bisa berguna untuk para petani.
“Kita lihat dulu hasilnya nanti, apabila berhasil akan kita kembangkan dan kita ajarkan ke kelompok tani lainnya,” tutupnya. (Jun)

