Jakarta — Pembinaan biliar di Provinsi Lampung mengukir tinta emas. Atlet biliar andalan Lampung, Aditya Agung Pratama, menorehkan sejarah baru bagi Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Lampung dengan meraih medali perak pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) POBSI 2026.

Capaian Agung menjadi momen bersejarah mengingat sejak berdirinya kepengurusan Pengprov POBSI Lampung, belum pernah ada atlet biliar Lampung yang berhasil meraih medali di tingkat nasional pada kategori Pool (Bola 8, Bola 9, Bola 10 atau Bola 15) baik pada ajang Kejurnas, Pra-PON, maupun Pekan Olahraga Nasional (PON).

Penampilan Agung pada Kejurnas POBSI 2026 di Pusat Pelatihan Nasional (Puslatnas) PB POBSI 2026, INews Tower, Menteng, Jakarta Pusat, 5-11 September 2026, menjadi bukti jika atlet biliar Lampung masih mampu bersaing dengan pebilar tangguh dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain itu, prestasi yang ditorehkan Agung juga menjadi bukti bahwa Pengprov POBSI Lampung telah berhasil meningkatkan pemetaan dan pembinaan atlet biliar secara signifikan. Raihan medali dari Aditya Agung Pratama ini diharapkan dapat memecah kebuntuan sekaligus memicu motivasi para atlet muda Lampung lainnya untuk terus mengukir prestasi di kancah Nasional maupun Internasional.

Perjalanan Pengprov POBSI Lampung di Kejurnas 2026

Pada Kejurnas POBSI 2026, Pengprov POBSI Lampung menurunkan lima atlet untuk enam nomor pertandingan. Mereka adalah Achmad Haris – M Doni Febrisono di nomor single dan double bola 9 putra, Adhitya Agung Pratama – Ican Ricardo di nomor bola 10 putra single dan double serta Suldin di kategori Carom 1 cushion dan 3 cushion.

Di bola 9 single, langkah ke dua atlet Pengprov POBSI Lampung terhenti di 16 dan 32 besar. Di 16 besar Achmad Haris kalah dari Ronaldo Tomasoa, DKI Jakarta, dengan skor 9-5. Sementara di 32 besar M Doni Febrisono kalah dari Rio Nuryadila, Jambi, dengan skor 9-4. Sementara di kelas nomor Bola 9 Double, pasangan Achmad Haris – M Doni Febrisono langsung terhenti di 32 besar setelah kalah dari pasangan DKI Jakarta, Ponco Manurung – Tommy dengan skor 8-3.

Di bola 10 single, langkah Ican Ricardo dihentikan Irsal Nasution Jawa Barat di 64 besar dengan skor 9-4. Sementara Agung Lampung terus melaju sampai babak final setelah sebelumnya menumbangkan Erwan K Jawa Barat dengan skor dramatis 9-8. Di babak final, Agung kembali bertemu pemain Jawa Barat, Irsal Nasution dan harus puas dengan medali perak setelah kalah dengan skor 9-7.

Di nomor Bola 10 Double, sebenarnya pasangan Lampung Agung – Ican memiliki peluang meraih tambahan medali. Namun, langkah mereka terhenti di babak perebutan semi final dan kalah dari pasangan M Rizco – Abdul Kholik dari Kalimantan Selatan dengan skor 8-5.

Sementara di kategori Carom nomor 1 dan 3 Cushion juga terhenti di babak perebutan semi final. Suldin atlet Lampung yang meraih medali emas di nomor 1 cushion pada Kejurnas 2025 lalu, dipaksa berhenti di 8 besar setelah kalah dramatis dari Budi Banten dengan skor poin tipis 61-62. Dan di nomor 3 cushion Suldin dipaksa harus mengakui kekalahan atas Heru Gunawan asal Kalimantan Selatan dengan skor poin 23-7.

Dengan hasil demikian, Lampung harus puas berada di posisi 10 klasmen Kejurnas POBSI 2026 dengan perolehan satu medali perak dari nomor bola 10 single putra. Meski turun 5 peringkat dari kejurnas tahun lalu, Lampung berhasil memecah kebuntuan medali di ketegori pool tingkat nasional. Karena Lampung belum pernah sama sekali meraih medali di kategori pool tingkat Nasional selain pada Kejurnas 2026.

Raihan medali ini diharapkan mampu menjadi pemantik api semangat dan fondasi kepercayaan diri bagi seluruh atlet muda Lampung untuk tidak pernah merasa gentar menghadapi nama besar dari daerah lain. Prestasi pada Kejurnas 2026 ini menegaskan bahwa dengan kedisiplinan, ketenangan mental, dan latihan terukur, pebiliar daerah mampu berdiri sejajar di podium kehormatan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *