
Bandarlampung (inforial.co) – Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa pemahaman budaya dan identitas daerah merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di Provinsi Lampung.
“Budaya ini penting sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Provinsi Lampung,” ujar Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Senin.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga harus mampu menumbuhkan kecintaan terhadap budaya dan jati diri daerah.
“Pendidikan bukan hanya soal belajar di sekolah, nilai rapor, atau mengejar prestasi akademik semata. Pendidikan juga tentang bagaimana anak-anak mengenal budaya, mencintai daerah, dan menjaga jati diri Lampung,” katanya.
Menurut dia, pembangunan Lampung menuju Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh langkah yang diambil sejak saat ini, baik di sektor ekonomi, industri, pariwisata, infrastruktur, maupun pendidikan.
Ia menambahkan, budaya merupakan fondasi utama kehidupan masyarakat Lampung. Nilai-nilai seperti Piil Pesenggiri, Nemui Nyimah, Nengah Nyappur, dan Sakai Sambayan menjadi kekuatan yang menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman.
“Budaya Lampung selama ini menjadi perekat sosial, termasuk dalam keberhasilan program transmigrasi di daerah. Keterbukaan masyarakat Lampung membuat hubungan antar-suku dan agama tetap harmonis,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa saat ini masyarakat asli Lampung hanya sekitar 13 persen dari total penduduk sekitar 9,5 juta jiwa. Namun, seluruh penduduk yang tinggal dan mencintai Lampung merupakan bagian dari identitas daerah.
“Nilai-nilai budaya inilah yang harus kita jaga hingga ratusan tahun ke depan,” tambahnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam menanamkan nilai budaya kepada anak-anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial.
“Anak-anak hanya beberapa jam di sekolah, selebihnya bersama keluarga. Karena itu, keluarga memiliki peran besar dalam menanamkan nilai budaya Lampung,” katanya.
Ia juga menilai bahwa budaya tidak hanya sebagai identitas daerah, tetapi juga memiliki potensi ekonomi melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kekayaan budaya Lampung seperti seruit, kain tapis, siger, dan tarian tradisional menjadi daya tarik wisata unggulan.
Ia berharap gerakan pelestarian budaya dapat terus diperkuat hingga tingkat kecamatan agar bahasa, adat istiadat, dan kesenian Lampung tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

