
Bandar Lampung – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat sosialisasi pencegahan campak serta edukasi mengenai gejala penyakit tersebut kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi penyebaran kasus.
“Mengenai penanganan kasus campak di Lampung, alhamdulillah Kementerian Kesehatan telah mengalokasikan vaksin untuk Provinsi Lampung. Ini menjadi salah satu langkah penting dalam upaya pencegahan,” ujar Jihan Nurlela di Bandarlampung, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah saat ini masih melakukan pendataan terhadap jumlah pasien yang terjangkit campak di berbagai wilayah di Lampung. Berdasarkan data sementara, kondisi tersebut masih dalam kategori terkendali dan belum menunjukkan angka yang mengkhawatirkan.
“Saat ini kami masih melakukan pendataan. Dari data terkini, jumlah kasus yang terpantau belum menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan,” katanya.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Lampung tetap meningkatkan kewaspadaan melalui penguatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai cara pencegahan serta pengenalan gejala campak sejak dini.
“Walaupun situasi masih aman, kewaspadaan harus tetap ditingkatkan. Karena itu, kami terus memperkuat sosialisasi hingga tingkat paling bawah, termasuk melalui puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, agar langkah-langkah pencegahan dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Jihan juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan anak dan segera melakukan pemeriksaan apabila menemukan gejala yang mengarah pada campak.
“Kita harus tetap waspada dengan memahami gejala campak, terutama pada anak-anak. Mengenai target nol kasus campak, pemerintah masih terus memantau perkembangan situasi dan menunggu arahan lebih lanjut dari Kementerian Kesehatan. Namun yang pasti, seluruh arahan yang diberikan telah kami tindak lanjuti, termasuk upaya meningkatkan cakupan vaksinasi di daerah,” pungkasnya.

