
Bandar Lampung, (inforial.co) – Wakil Gubernur Lampung, , meminta agar Program Kelas Migran Vokasi segera direalisasikan pada tahun 2026 guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta membuka peluang kerja yang lebih luas bagi generasi muda Lampung.
Dalam rapat persiapan program tersebut, Jihan menegaskan bahwa seluruh pihak terkait harus mengawal pelaksanaan program secara maksimal, mulai dari proses pelatihan hingga penempatan kerja para peserta.
“Program ini harus berjalan tahun ini dan harus menghasilkan peserta yang siap diberangkatkan setelah menyelesaikan pelatihan. Seluruh pihak perlu mengawal prosesnya secara intensif agar tujuan program dapat tercapai,” ujarnya.
Menurutnya, Program Kelas Migran Vokasi diharapkan mampu mencetak tenaga kerja profesional, terampil, dan memiliki daya saing global. Selain membuka akses kerja ke luar negeri, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung.
Jihan juga mengingatkan agar setiap kendala yang muncul segera dikoordinasikan sehingga tidak menghambat proses pelaksanaan maupun pemberangkatan peserta.
Pada tahun 2026, program tersebut ditargetkan dapat menjangkau sebanyak 7.855 siswa SMA dan SMK dengan dukungan 93 tenaga pengajar. Untuk mendukung implementasinya, Pemerintah Provinsi Lampung akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di daerah.
Skema pelatihan nantinya akan dibagi ke dalam dua jalur, yakni jalur magang dan jalur kerja. Selain pembelajaran bahasa, peserta juga akan dibekali keterampilan teknis yang sesuai dengan kebutuhan industri di negara tujuan.
Pemerintah juga akan melakukan proses pemetaan minat dan potensi peserta agar pelatihan yang diberikan lebih efektif dan sesuai dengan kompetensi masing-masing siswa.
Sementara itu, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Lampung mengungkapkan bahwa saat ini tersedia 475 peluang kerja di Jepang. Kebutuhan terbesar berasal dari sektor Food and Beverage (F&B) dan perhotelan sebanyak 229 lowongan, disusul sektor kesehatan dan caregiver 80 lowongan, agrikultur dan perikanan 72 lowongan, logistik dan jasa 58 lowongan, serta manufaktur dan konstruksi 39 lowongan.
BP3MI juga menyampaikan bahwa tren rekrutmen tenaga kerja ke Jepang kini lebih menitikberatkan pada kompetensi dan keterampilan. Faktor gender tidak lagi menjadi pertimbangan utama dalam sebagian besar lowongan yang tersedia, sehingga peluang kerja terbuka lebih luas bagi seluruh peserta yang memenuhi kualifikasi.

