Tanggamus – Mahasiwa KKN Mandiri Universitas Lampung (Unila) bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanggamus dan masyarakat melakukan penanaman Rumput Vertiver di dataran sungai Way Maja Pekon Kota Batu, Kota Agung Pusat, Jum’at (19/2/2021).
Penanaman rumput vertiver dilakukan guna mencegah erosi dan longsor. Mengingat rumput vertiver adalah tanaman yang memiliki bentuk rumpun dengan perakaran rimbun. Selain itu tanaman ini juga tahan terhadap logam berat, salinitas dan dapat tumbuh pada pH antara 3 sampai dengan 11,5 inilah yang membuat rumput vertiver sering digunakan untuk merehabilitasi kondisi fisik dan kimia tanah yang rusak. Selain itu tanaman ini memang bisa digunakan untuk mencegah longsor, namun tidak untuk jangka panjang karena yang paling bagus adalah pohon.
Maka dari itu masarakat Pekon Kota Batu dengan KKN Mandiri Unila berinisiatif untuk melakukan penanaman rumput vertiver ini di daerah bantaran sungai way Maja, agar bisa mengurangi resiko bahaya longsor yang diakibatkan oleh banjir, terhadap warga yang tinggal di pinggir sungai.
Dalam kegiatan tersebut dihadiri, Kepala Dinas Lungkungan Hidup, Kepala satuan tugas Covid 19 yang diwakili sekretaris BPBD Kabupaten Tanggamus, Kepala Camat Kota Agung, Kepala bidang Tata Lingkungan Dinas LH Kabupaten Tanggamus, Pj. Pekon Kota Batu, Mahasiswa KKN Mandiri Unila Bandar Lampung, dan Masyarakat Pekon Kotabatu.
Kepala dinas Lingkungan hidup (LH) Kabupaten Tanggamus M. Gilas Kurniawan, menyambut baik dan mengapresiasi telah diadakan kegiatan dalam upaya konservasi di daerah aliran sungai (DAS) dimana masalah yang sering terjadi adalah banjir dan longsor, beliau juga berharap agar masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai Way maja, khususnya masyarakat Pekon Kota Batu, untuk selalu menjaga lingkungan dengan berbagai macam cara.
“Seperti membiasakan memilah dan membuang sampah pada tempatnya, tidak membuang sampah di sungai dan saluran air karena akan berakibat fatal, budayakan menanam pohon demi keberlangsungan dan kelestarian lingkungan untuk anak cucu kita,” ujarnya.
Dalam sambutannya Dinas LH menerangkan “Pandemi Covid 19 ini telah memberikan pelajaran berharga kepada kita semua, agar selalu menjaga keseimbangan alam, ketika hampir semua negara melakukan lockdown, kegiatan industri tutup, mobilitas manusia turun 90 persen.
“Maka berbagai belahan dunia mengalami perbaikan kualiatas udara dan air, agar ketika pada saat kehidupan manusia mulai normal kembali, maka perbaikan kualiatas lingkungan supaya tetap bisa ditingkatkan,” ungkapnya. (Roli)

