Bandar Lampung – Puluhan wali murid pelajar SMA di Bandar Lampung menyambangi kantor DPRD Provinsi Lampung terkait biaya komite sekolah yang dianggap memberatkan, khususnya bagi keluarga prasejahtera.

Puluhan wali murid tersebut diterima Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol DPRD Lampung, Soleha dan Kepala Sub Bagian (Kasubag) Aspirasi, Ferarri Qadafi di ruang Bapperda DPRD Lampung, Rabu (25/5/2022).

Dalam pertemuan itu perwakilan wali murid SMAN 4 Bandar Lampung Fatmawati menjelaskan kedatangannya ke DPRD Lampung untuk meminta pertolongan terkait biaya komite sekolah Rp385 ribu perbulan yang sangat memberatkannya sebagai wali murid.

Ia menyampaikan. Jika wali murid tidak mampu membayar biaya komite, pihak sekolah tidak akan memberikan nomor ujian kenaikan kelas yang akan dimulai pada Senin (30/5/2022) mendatang. “Sebelumnya kami sudah mencoba menyampaikan keluhan ini ke pihak sekolah, namun tidak ditanggapi,” ujar Fatmawati.

Fatmawati merasa keberatan dengan uang komite di SMAN 4 Bandar Lampung karena saat ini suaminya sedang sakit dan tidak bekerja. Sementara selain membayar biaya komite, dirinya juga mesti memikirkan biaya kontrakan rumah serta memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Ditambah lagi saya tidak masuk dalam PKH dan bantuan apapun dari pemerintah daerah dan pusat,” keluhnya.

Beratnya biaya komite juga disampaikan perwakilan wali murid SMAN 11 Bandar Lampung, Maylina. Ia menjelaskan, jika selain biaya komite ia juga keberatan dengan kebijakan sekolah yang kewajiban siswa untuk membeli Lembar Kerja Siswa (LKS). Sementara jika uang komite dan LKS tidak terbayar, pihak sekolah tidak memberikan laport hasil ujian. “Sementara anak kami yang sekolah bukan cuma satu,” keluhnya.

Menyikapi heluhan puluhan wali murid tersebut, Kasubag Aspirasi Ferarri Qadafi didampingi Kabag Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Lampung Soleha menyampaikan akan segera menindaklanjuti masalah biaya komite ke pimpinan dan Komisi V DPRD selaku koordinator bidang pendidikan.

“Saat ini seluruh pimpinan dan anggota sedang agenda reses. Tapi yakinlah secepatnya keluhan dan hasil pertemuan para wali murid ini akan kami sampaikan. Dan mudah-mudahan secepatnya mendapatkan solusi,” kata Ferarri. (Septa Herian Palga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *