
Bandarlampung – Pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan, ditargetkan selesai sebelum dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Lampung, Aswarodi, mengatakan progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat saat ini telah mencapai lebih dari 20 persen dan berjalan sesuai rencana.
“Pembangunan fisik Sekolah Rakyat sudah mencapai lebih dari 20 persen. Saat ini pekerjaan memasuki tahap pembangunan fondasi setelah proses pembersihan lahan selesai dilakukan,” ujar Aswarodi di Bandarlampung, Selasa.
Ia menjelaskan, berdasarkan kontrak kerja, pembangunan dijadwalkan selesai pada Agustus 2026. Namun, melalui koordinasi antara Kementerian Sosial dan pihak pelaksana pembangunan, sejumlah fasilitas utama ditargetkan dapat rampung lebih awal pada Juni 2026.
“Bangunan yang diprioritaskan selesai lebih cepat adalah ruang belajar dan asrama. Hal ini dilakukan agar kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru dapat langsung dilaksanakan di lokasi permanen,” katanya.
Menurut Aswarodi, seluruh siswa yang saat ini menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat rintisan akan dipindahkan ke kompleks Sekolah Rakyat permanen setelah fasilitas utama selesai dibangun.
“Targetnya sebelum tahun ajaran baru dimulai, bangunan fisik yang mendukung proses pembelajaran sudah dapat digunakan sehingga seluruh siswa dapat segera menempati lokasi baru,” ujarnya.
Selain pembangunan fisik, Pemerintah Provinsi Lampung juga telah menyelesaikan berbagai persyaratan administrasi yang diperlukan, termasuk dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) serta Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL).
“Sekolah Rakyat di Kota Baru memiliki sembilan persyaratan administrasi yang harus dipenuhi, dan seluruh dokumen tersebut telah selesai diproses,” kata Aswarodi.
Ia memastikan seluruh aspek administrasi dan perizinan telah terpenuhi sehingga pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan.
“Sampai saat ini pembangunan berjalan baik dan seluruh persyaratan administrasi telah tuntas. Kami berharap siswa Sekolah Rakyat rintisan dapat segera pindah dan memulai kegiatan belajar di gedung permanen pada tahun ajaran baru,” tutupnya.

