Tanggamus – Warga Pekon Way Gelang, Dusun Rawajadi, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus dihebohkan dengan penangkapan buaya berukuran 2,5 meter oleh warga pada pukul 19.30 malam di sekitaran area muara Pantai Harapan Pekon Way Gelang, Minggu (13/06/21).
Buaya dengan berat sekitar 200 kilogram ini ditangkap sepuluh orang warga dengan menggunakan Jaring milenium milik Sekolah SUPM Kota Agung yang biasa digunakan untuk menangkap ikan di laut. Setelah tertangkap, buaya tersebut dibawa dari air lalu menuju ruangan fire ground SUPM untuk diamankan dengan posisi kaki dan mulut terikat.
Kemudian, warga berkoordinasi dengan Kepala Sekolah SUPM Kota Agung Hairudin untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Koramil 424/-03/ Kota Agung dan Polsek Kota Agung serta TNI AL agar berkoordinasi dengan pihak BKSDA Provinsi Lampung agar segera ditindak lanjuti.
“Kemungkinan besok pagi (Senin) baru petugas sampai disini untuk sementara buaya kita amankan di ruangan fire ground karena ruangan tersebut sangat tertutup sekali jadi buaya akan aman sampai menunggu petugasnya datang,” kata Kepsek SUPM, Hairudin.
Diceritakan oleh salah satu warga Pekon Way Gelang Dusun Rawajadi, Ahmad (40), bahwa satu bulan belakangan ini sering muncul buaya lebih dari satu disekitaran muara. Bahkan kemunculan buaya tersebut kerap mengundang perhatian warga lantaran merusak jaring keramba budidaya ikan nila di sekitaran muara dan memakan ikan di dalamnya.
Dikhawatirkan warga sekitar, buaya-buaya tersebut akan merusak kembali keramba tempat masyarakat membudidaya ikan nila. “Buaya-buaya yang sering muncul ini dikhawatirakan pula membahayakan warga yang tinggal di sekitaran pesisir muara SUPM Kota Agung terutama anak-anak yang sering mandi dan menyeberangi muara menuju laut jika tidak segera ditindak lanjuti,” jelas Ahmad.
Warga Berharap kepada pemerintah agar perihal kemunculan buaya-buaya tersebut agar ditindaklanjuti dengan serius. Sebab dikhawatirkan berdampak buruk mengingat reptil yang tergolong mematikan itu termasuk kategori berbahaya dan tidak menutup kemungkinan bisa menyasar dan menyerang warga di pesisr muara. (Roli)

