Bandarlampung (inforial.co) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyatakan Program Pesisir Laut Yang Merana Jadi Berdaya Guna (Pelana) menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan pembangunan di wilayah pesisir Provinsi Lampung.

 

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Lampung, Mulyadi Irsan, mengatakan Provinsi Lampung memiliki garis pantai sepanjang 1.185 kilometer yang membentang dari Kabupaten Pesisir Barat, Tanggamus, Pesawaran, Kota Bandarlampung, Lampung Timur, hingga Tulang Bawang. Potensi tersebut dinilai sangat besar dan perlu dioptimalkan untuk mendukung pembangunan daerah.

 

“Bila dilihat, Provinsi Lampung memiliki garis pantai sepanjang 1.185 kilometer yang dimulai dari Kabupaten Pesisir Barat, Tanggamus, Pesawaran, Kota Bandarlampung, Lampung Timur sampai Tulang Bawang. Ini menjadi potensi besar yang perlu digarap untuk memanfaatkan potensi tersebut,” ujar Mulyadi di Bandarlampung, Senin.

 

Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus berupaya meratakan pembangunan di wilayah pesisir, salah satunya melalui Program Pelana.

 

“Kita memiliki daya komparatif, tetapi belum memiliki daya kompetitif. Jika dicermati, isu pesisir masih menghadapi berbagai tantangan, seperti tingginya angka kemiskinan, nelayan yang belum berdaya, serta keterbatasan akses pendidikan dan kesehatan. Oleh karena itu, kami mendorong paradigma baru melalui Program Pelana untuk membangun pesisir yang lebih berdaya,” jelasnya.

 

Menurut dia, program tersebut diarahkan untuk membentuk kebijakan pembangunan pesisir secara menyeluruh, mulai dari pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan, penguatan ekonomi pesisir, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan dukungan berbagai pihak.

 

Sebagai contoh implementasi, Pemprov Lampung telah menjalankan program pengelolaan rajungan dan perikanan berkelanjutan di wilayah pesisir timur Lampung.

 

“Program ini sudah berjalan cukup lama dan terbukti membantu meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir. Ini juga menjadi program strategis Gubernur Lampung yang telah tertuang dalam RPJMD dan akan terus diimplementasikan,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, pemerataan pembangunan di wilayah pesisir diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan melalui optimalisasi potensi lokal.

 

“Dengan begitu, nelayan dapat meningkatkan pendapatan, destinasi wisata pesisir berkembang, serta adanya sekolah wisata dan nelayan. Termasuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat pesisir. Intinya, daratan dan pesisir harus tumbuh setara sesuai potensi masing-masing wilayah,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *