Bandarlampung, (inforial.co) – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung dengan Dinas Perhubungan (Dishub), Kamis (12/2/2026), sempat diwarnai adu satire.

Di tengah pembahasan evaluasi serapan anggaran dan program prioritas 2025, Kepala Dishub Bandar Lampung, Socrat Pringgodanu, melontarkan analogi yang menarik perhatian anggota dewan:

“Kamu pakai sandal dulu, saya pakai sepatu,” ujarnya dalam forum tersebut.

Anggota Komisi III dari Fraksi Golkar, Rama Apriditya, menanggapi dengan seloroh:

“Ya, makanya dipijit-pijitlah. Namanya ibu sama anak, pastilah diturutin.”

Ucapan itu membuat suasana rapat mencair, meski tetap terasa nuansa politis. RDP fokus membahas capaian serapan anggaran Dishub serta strategi peningkatan pendapatan daerah.

Usai rapat, Socrat menegaskan bahwa analogi “sandal dan sepatu” bukan bermuatan politis. Menurutnya, hal itu hanya menggambarkan kesiapan mental pegawai Dishub untuk bekerja meski anggaran terbatas.

“Kalau menangani banjir bagusnya pakai boots, tapi kalau tidak ada, pakai sandal jepit juga bisa,” jelasnya.

Ia memastikan Dishub tetap berkomitmen meningkatkan pelayanan transportasi dan mengoptimalkan pendapatan daerah, sambil menunggu dukungan anggaran untuk mendorong inovasi berbasis digital. (Boy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *