Tanggamus – Dalam Rangka memperingati Hari Lebah Sedunia pada 20 Mei 2022, Ikatan Klenceng Tanggamus (IKAT) mengadakan sedot madu gratis di Wisata Edukasi Lebah Madu, Pekon Tanjungan, Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus, Jum’at (20/5/2022).

Ketua Ikatan Klanceng Tanggamus (IKAT) Asmawam Priyadi yang juga anggota Inspirator Lebah Madu Indonesia (ILMI) mengatakan dalam memperingati hari lebah sedunia pihaknya mengajak masyarakat untuk menyedot madu langsung dari sarang secara gratis.

“Keunggulannya nyedot madu lebah lansung ini terasa sensasi dan kealamiannya, ada berbagai jenis Lebah yang di sini,” kata lelaki yang akrab disapa Wawan.

Pengusaha lebah sekaligus Pemilik Wisata Edukasi Lebah madu itu menjelaskan terdapat beberapa macam lebah di wisata edukasi miliknya. Diantaranya, Lebah Klanceng/Trigona dan Lebah Apis/glodok. Untuk Lebah Klanceng terdiri dari berbagai jenis, diantaranya Klanceng/trigona Itama, Thoracica, dan Apicalis.

“Di sini kita juga memproduksi madu lebah dalam kemasan botol kita beri nama Madu IKAT,” Ungkapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, jika pihaknya juga ingin memotivasi masyarakat terutama yang berada di wilayah penyangga hutan agar tidak merambah hutan di wilayah Pematang Sawa, Semaka dan Bandar Negri Semuong.

“Lebih baik kita berbudidaya lebah. Kita sangat menikmati manfaat dari berbudidaya Lebah. Selain sebagai polinator/penyerbuk tanaman, lebah madu dapat menghasilkan madu, beepolen dan propolis,” lanjutnya.

Keguanaan madu lebah selain untuk kesehatan dan juga bisa menambah perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah Pematang Sawa, Semaka dan Bandar Negri Semuong. Untuk menjaga kualitas madu, kita panen dua sampai tiga bulan sekali. Tentunya agar fermentasinya lebih matang.

Ia menjelaskan, untuk pemasaran Madu Ikat sendiri diketahui sudah sampai di Cina, Jakarta, Pulau Jawa, Bali, Kalimantan dan wilayah lainya. Untuk pemesanan bisa melalui no HP: 081278747577 WA: 081369631707. Ia juga melayani untuk para reseller yg ingin bekerjasama dalam pemasaran mada.

Sementara itu, salah satu Pengujung Wisata Edukasi Lebah Ahmad Sobirin mengatakan rasa dan kualitas madu disini tidak perlu diragukan lagi. “Tidak asam sama sekali seperti yang saya perkirakan. Kalau langsung dari sarang lebahnya ternyata ada manis-manisnya,” kata dia. (Arpan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *