
Bandarlampung, – Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan bahwa penguatan ketahanan keluarga merupakan kunci utama dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan daya saing daerah menuju Indonesia Emas 2045.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mengatakan kebijakan dan program penguatan ketahanan keluarga memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) bertema “Transformasi Kemendukbangga/BKKBN untuk Mewujudkan Lampung Maju dan Mendukung Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045” di Bandarlampung, Rabu.
Menurut Marindo, tema Rakorda sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, dan pemenuhan gizi masyarakat.
“Lampung diproyeksikan mencapai puncak bonus demografi pada tahun 2035. Peluang ini harus dioptimalkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia agar penduduk usia produktif mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dalam pembentukan karakter anak. Karena itu, kualitas keluarga akan menentukan kualitas generasi mendatang. Program kesehatan ibu dan anak, pendidikan pengasuhan, serta pemenuhan kebutuhan dasar keluarga perlu terus diperkuat.
Pemerintah daerah, lanjutnya, telah menjalankan sejumlah program strategis, antara lain memperkuat integrasi pembangunan keluarga dengan sistem pembangunan daerah, meningkatkan koordinasi lintas sektor, serta memperkuat berbagai program pembangunan keluarga.
Selain itu, pengelolaan, pemantauan, dan evaluasi data keluarga juga perlu ditingkatkan sebagai dasar penyusunan kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Lampung, Soetriningsih, mengatakan pihaknya memiliki berbagai program yang menyasar seluruh siklus kehidupan, mulai dari anak-anak, remaja, wanita usia subur hingga lanjut usia.
“Seluruh program tersebut kami integrasikan dan kolaborasikan bersama pemerintah daerah serta berbagai mitra kerja,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah program prioritas yang mendukung ketahanan keluarga meliputi Gerakan Cegah Stunting, Taman Asuh Sayang Anak, Gerakan Lansia Berdaya, Gerakan Ayah Teladan Indonesia, serta program Makan Bergizi Gratis yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

