
Bandarlampung – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong Pemerintah Provinsi Lampung melakukan diversifikasi ekonomi guna menciptakan sumber pertumbuhan baru dan mengurangi ketergantungan terhadap sektor berbasis sumber daya alam yang rentan terhadap fluktuasi.
Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Restuardy Daud, mengatakan pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 5,54 persen secara tahunan (year on year). Pertumbuhan tersebut ditopang sejumlah sektor utama, seperti industri pengolahan sebesar 19 persen, perdagangan 14 persen, pertanian lebih dari 22 persen, serta transportasi yang tumbuh 7,5 persen.
“Capaian ini menjadi modal penting untuk mengakselerasi sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru. Lampung memiliki posisi strategis karena berdekatan dengan DKI Jakarta dan menjadi jalur penghubung antarpulau,” kata Restuardy saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Lampung di Bandarlampung, Senin.
Menurut dia, diversifikasi ekonomi diperlukan agar pembangunan daerah tidak bergantung pada sektor ekstraktif yang mengandalkan pengolahan langsung sumber daya alam tanpa proses hilirisasi.
“Hilirisasi perlu terus dioptimalkan, terutama pada sektor pangan yang menjadi komoditas unggulan Lampung. Selain itu, pengembangan sektor industri dan jasa juga penting untuk membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru,” ujarnya.
Restuardy menambahkan, pemerintah pusat telah menetapkan delapan klaster program prioritas nasional yang akan menjadi acuan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Program-program tersebut juga akan mendapat dukungan intervensi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah daerah tetap memegang peran utama dalam mencapai target pembangunan yang telah ditetapkan.
Adapun delapan klaster prioritas nasional meliputi kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, penguatan pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, pembangunan infrastruktur, perumahan dan ketahanan bencana, pengembangan ekonomi kerakyatan dan desa, serta percepatan penurunan kemiskinan.
Dengan dukungan program nasional tersebut, Lampung diharapkan mampu memperkuat struktur ekonominya melalui pengembangan sektor-sektor bernilai tambah yang berkelanjutan dan berdaya saing.

