Tanggamus – Dinas Pariwisata dan Kebudayan Kabupaten Tanggamus menyelenggarakan kegiatan seni tari pada Jum’at (26/2/2021) hingga Senin (1/3/2021).
Gelaran seni tari itu diselenggarakan dalam rangka menggali dan melestarikan budaya yang ada di Kabupaten Tanggamus serta memperkenalkan kembali
seni tari untuk dipublikasikan kepada masyarakat, pelajar dan khalayak pada umumnya.
Pada kesempatan ini akan di tampilkan 12 seni tarian yang ada di Kabupaten Tanggamus. Dimana masing-masing tarian memiliki makna tersendiri sesuai dari sejarah terbentuknya tarian tersebut.
Pada pembukaan gelaran seni tari pada Jum’at (kemarin) dipersembahkan tiga jenis tarian yakni, 1.Takhi kipas, 2.Takhi batin, 3.Takhi tandang.
Semua tarian tersebut dipersembahkan dari anak asuh salah satu sanggar seni tari, Helau Budaya, yang dikelola oleh Datuk Nazori Gelar Lidah Batin.
Semua tarian yang akan ditampilkan seluruhkan merupakan legenda leluhur masyarakat Tanggamus. Adapun tujuan dari acara yang diselengarakan ini adalah guna menggali dan melestarikan Kesenian dan budaya yang ada di Kabupaten Tanggamus.
Untuk gelaran tiga tarian pertama diselenggarakan di destinasi wisata Air Terjun Way Lalaan, Kota Agung Timur, Tanggamus, pada Jum’at (26/2/2021). Demi melengkapi proses pengenalan 12 tarian ini, acara akan digelar kembali sampai hari Senin (1/3/2021) di lokasi yang berbeda.
makna masing-masing dari ketiga tarian yang di tmpilkan diantaranya:

1. Takhi kipas. Merupakan takhian keperkasaan atau kekuatan diantara kelompok-kelompok masyarakat pada acara tayuhan penyimbang adat.

2. Takhi batin. Merupakan takhian sang bidadari yang dipersunting oleh seorang anak penyimbang adat, sang bidadari memiliki rahasia agar kembali ketempat asalnya,yaitu dengan menggunakan selendangnya.

3. Takhi Tandang. Takhian yang dipersembahkan untuk mencari sayuran kepada yang punya hajad.
(Jun/Roli)

