Penulis: Ahlun Nazar

Komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan potensi energi bersih di berbagai daerah patut mendapat sambutan hangat dari seluruh elemen masyarakat dan pemuda di Lampung Barat. Langkah pengembangan proyek energi panas bumi (geotermal) di kawasan Suoh-Sekincau dan Danau Ranau merupakan kebijakan visioner yang tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga menjadi pendorong utama kemajuan ekonomi di tingkat lokal.

Sebagai bagian dari pemuda Lampung Barat, apresiasi setinggi-tingginya patut diberikan kepada pemerintah pusat maupun daerah atas hadirnya proyek strategis nasional ini. Kebijakan tersebut menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam membangun daerah secara inklusif dan berkelanjutan, sekaligus menghadirkan kemajuan yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pengembangan proyek geotermal ini membawa dampak ekonomi berantai yang sangat luas bagi masyarakat. Dari sisi perekonomian, investasi energi hijau ini diyakini mampu menyerap tenaga kerja lokal secara signifikan serta memicu pergerakan roda ekonomi warga di sekitar kawasan operasional.

Kehadirannya tidak hanya membuka peluang kerja luas bagi generasi muda daerah, tetapi juga menghidupkan usaha-usaha lokal seperti UMKM, jasa kuliner, penginapan, hingga transportasi. Selain itu, akses infrastruktur jalan dan fasilitas publik di sekitar wilayah proyek dipastikan akan ikut dibenahi.

Selain dampak ekonomi langsung, proyek energi terbarukan ini memiliki kontribusi jangka panjang terhadap kemandirian fiskal daerah dan kesejahteraan warga. Melalui skema bonus produksi dan penerimaan daerah, pemanfaatan energi panas bumi ini dipastikan akan memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lampung Barat.

Potensi penerimaan daerah tersebut nantinya dapat dimanfaatkan kembali oleh pemerintah daerah untuk membiayai program kesehatan, pendidikan, dan pembangunan desa, yang disempurnakan dengan program CSR perusahaan untuk pemberdayaan warga serta pelestarian lingkungan.

Guna memastikan segudang manfaat tersebut terealisasi secara optimal di lapangan, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat di bawah kepemimpinan Bupati Parosil Mabsus perlu mengambil langkah-langkah strategis yang terukur. Pemkab perlu mendorong terciptanya kesepakatan bersama (MoU) dengan pihak pengembang guna menjamin penyerapan tenaga kerja lokal yang diimbangi dengan program pelatihan dan sertifikasi bagi pemuda daerah.

Selain itu, pemerintah daerah harus memfasilitasi integrasi pelaku UMKM, kuliner, dan jasa transportasi lokal ke dalam rantai pasok kebutuhan proyek, seraya memastikan tata kelola PAD dan bonus produksi dialokasikan secara transparan untuk pembangunan infrastruktur desa, fasilitas kesehatan, dan pendidikan. Langkah ini dilengkapi dengan pembentukan tim pengawasan lingkungan hidup serta ruang dialog publik yang inklusif untuk menjaga kondusivitas iklim investasi dan keberlanjutan lingkungan.

Melihat segudang manfaat strategis serta kesiapan langkah pemerintah daerah tersebut, pemuda Lampung Barat siap bersinergi dan berdiri bersama pemerintah dalam mengawal serta menyukseskan proyek masa depan ini. Dengan tata kelola yang transparan dan kolaborasi yang harmonis antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat, keberadaan proyek geotermal Suoh-Sekincau dan Danau Ranau diyakini akan menjadi warisan pembangunan yang membawa kemakmuran jangka panjang bagi Lampung Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *