
Bandar Lampung – Dengan langkah yang tenang dan penuh kesadaran akan tanggung jawab akademik, Prof. Warsito menyerahkan dokumen pendaftaran sebagai Bakal Calon Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031.
Tidak ada kemeriahan yang berlebihan dalam perjalanan itu. Prof. Warsito berangkat dari Kantor Jurusan Fisika FMIPA Unila, didampingi tiga guru besar, Prof. Mustofa Usman, Prof. Endang, dan Prof. Sutiarso, serta dua orang staf.
Sebelum menuju Gedung Rektorat, rombongan menunaikan salat Zuhur, berdoa, kemudian makan siang bersama. Dari suasana yang sederhana itu, rombongan kemudian bergerak menuju Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor (Panlih) di lantai 3 Gedung Rektorat Unila. Selasa (18/8/2026.
Bagi Prof. Warsito, langkah tersebut bukan sekadar memenuhi tahapan administratif. Ia memaknainya sebagai upaya menjalankan amanah yang telah dipercayakan kepadanya.
“Saya melaksanakan amanah yang diberikan kepada saya.”
Kalimat sederhana tersebut menjadi dasar sikap Prof. Warsito dalam memasuki proses pemilihan Rektor Unila.
Diterima Ketua dan Sekretaris Senat serta Panitia Pilrek
Tepat pukul 13.00 WIB, rombongan Prof. Warsito diterima di Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor oleh Ketua dan Sekretaris Senat Universitas Lampung, serta Ketua dan Sekretaris Panitia Pemilihan Rektor.
Pertemuan berlangsung dalam suasana tertib dan penuh penghormatan terhadap proses kelembagaan.
Sebanyak 13 formulir beserta berkas persyaratan pendaftaran diserahkan kepada Panitia Pemilihan Rektor. Berdasarkan verifikasi awal, seluruh dokumen yang disampaikan dinyatakan lengkap.
Ketua Senat Unila dalam sambutannya menyampaikan penerimaan sekaligus apresiasi atas kesediaan Prof. Warsito berpartisipasi dalam proses pencalonan Rektor Unila periode 2027–2031.
Menyerahkan Rekam Jejak Akademik dan Manajerial
Dokumen yang diserahkan tidak hanya berupa persyaratan administratif, tetapi juga merepresentasikan perjalanan akademik dan pengalaman kepemimpinan Prof. Warsito.
Di antara dokumen tersebut terdapat SK jabatan fungsional terakhir, termasuk SK Profesor dengan angka kredit 1.050, serta SK kenaikan pangkat Pembina Utama, golongan IV/e.
Selain itu, diserahkan pula sejumlah dokumen yang menunjukkan pengalaman manajerial dan kepemimpinan yang telah dijalani sepanjang karier akademik dan pengabdiannya.
Pengalaman tersebut mencakup tugas sebagai Sekretaris Jurusan Fisika; Ketua Jurusan Fisika; Pembantu Dekan I FMIPA; Kepala Pusat Kurikulum LP3M; Ketua Senat; Dekan FMIPA; Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Paris; dan Deputi di Jakarta.
Rangkaian pengalaman tersebut memperlihatkan perjalanan kepemimpinan yang tumbuh secara bertahap: dari ruang akademik, pengelolaan program studi dan fakultas, kepemimpinan kelembagaan universitas, hingga penugasan di tingkat internasional dan nasional.
Pemilihan Rektor sebagai Proses Akademik
Ketua Panitia Pemilihan Rektor selanjutnya menyampaikan tahapan verifikasi serta agenda lanjutan dalam proses pemilihan.
Salah satu tahapan berikutnya adalah tes kesehatan fisik dan psikologi, yang dijadwalkan sekitar 5–10 September 2026.
Tahapan tersebut menjadi bagian dari mekanisme yang harus dilalui seluruh bakal calon sesuai ketentuan yang berlaku.
Prof. Warsito menyambut seluruh tahapan tersebut dengan sikap terbuka dan menghormati mekanisme kelembagaan. Baginya, proses pemilihan Rektor harus dijalankan secara baik, transparan, berintegritas, dan bermartabat, karena yang dipertaruhkan bukan hanya kepentingan para kandidat, tetapi juga kehormatan Universitas Lampung sebagai institusi pendidikan tinggi.
Mengajak Putra-Putri Terbaik Unila
Dalam sambutan akhirnya, Prof. Warsito menyampaikan terima kasih atas sambutan dan penerimaan yang baik dari Ketua dan Sekretaris Senat serta Panitia Pemilihan Rektor.
Ia juga menyampaikan harapan agar seluruh tahapan pemilihan Rektor dapat berjalan dengan baik dan berintegritas.
Yang menarik, Prof. Warsito tidak menempatkan dirinya sebagai satu-satunya pilihan. Ia justru mengajak putra-putri terbaik Universitas Lampung untuk turut berpartisipasi dalam proses pencalonan Rektor.
“Saya mengajak putra-putri terbaik Unila untuk berpartisipasi sebagai bakal calon Rektor, agar Unila yang kita cintai semakin lebih baik.”
Ajakan itu mengandung pesan penting bahwa kepemimpinan universitas bukanlah milik seseorang atau kelompok tertentu. Unila memiliki banyak akademisi terbaik dengan kapasitas, pengalaman, gagasan, dan pengabdian yang dapat dipersembahkan untuk kemajuan universitas.
Dari Jurusan Fisika, Kembali kepada Almamater
Ada makna simbolik dalam perjalanan Prof. Warsito pada hari itu.
Ia memulai langkah dari Jurusan Fisika FMIPA Unila, tempat perjalanan akademiknya dibangun. Dari sana, ia melewati ruang-ruang pengabdian yang membentuk pengalaman kepemimpinannya hingga akhirnya mendapat amanah menjalankan tugas di tingkat nasional.

