
Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung melakukan percepatan pembangunan terhadap 14 ruas jalan provinsi. Rencananya pembangunan 14 ruas jalan tersebut dimulai pada awal tahun mendatang dengan menggunakan APBD 2023.
Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, Slamet Riyadi mengatakan, untuk tender paket 14 ruas jalan tersebut akan dilakukan kembali pada awal tahun mendatang.
“Tidak ada tender ulang terhadap 14 paket tersebut. Tetapi kita akan memulai tender tahun 2023 ini dari awal lagi,” kata Slamet Riyadi, Jum’at (18/11/2022).
Ia menjelaskan, hal tersebut terjadi karena tender yang sudah selesai pada 2022 hanya berlaku untuk satu tahun anggaran. Sehingga proses tender sampai dengan penetapan pemenang pada 14 paket ruas jalan provinsi itu dianggap sudah selesai.
“Walaupun ternyata tidak berkontrak karena tidak tersedianya anggaran,” lanjutnya.
Diterangkannya, paket 14 ruas jalan yang akan ditender nanti hanya untuk pekerjaannya fisik saja. Tidak termasuk perencaan dan pengawasan.
“Kalau yang itu (perencanaan dan pengawasan) tidak. Karena mereka tinggal melaksanakan pekerjaan pada saat pekerjaan berjalan dengan ada beberapa revisi sesuai volume pekerjaan,” terang Slamet Riyadi.
Ia menambahkan, tender 14 ruas jalan provinsi itu dapat dilakukan setelah persetujuan KUA-PPAS tahun anggaran 2023 disepakati.
“Itu yang dinamakan tender mendahului dalam rangka percepatan pengadaan barang dan jasa,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, Pemprov Lampung akan membangun 14 ruas jalan provinsi sepanjang 280 kilometer dengan anggaran Rp300 miliar dari APBD 2023.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi (BMBK) Provinsi Lampung, Febrizal Levi Sukmana, menjelaskan Pemprov Lampung akan melakukan penanganan seoptimal mungkin dengan anggaran tersebut.
“Kita tangani seoptimal mungkin menggunakan APBD dan nanti di 2024 baru kita maksimalkan,” jelasnya.
Ia merincikan 14 ruas yang akan ditangani 2023 mendatang diantaranya ruas Kota Gajah – Simpang Randu Rp40 miliar, Simpang Randu – Seputih Surabaya Rp50,8 miliar, Seputih Surabaya – Sadewa Rp8 miliar.
Selanjutnya ruas Talang Padang – Ngarip Rp32 miliar, Ngarip – Ulusemong Rp40 miliar, Ulusemong – Tri Mulyo Rp6 miliar, Simpang Tri Mulyo – Bungin sampai Tugu Sari Rp8 miliar.
“Kemudian ruas Kota Bumi – Ketapang Rp15 miliar, Ketapang – Negara Ratu Rp15 miliar, Negara Ratu – Simpang Soponyono Rp25 miliar, Simpang Soponyono – Serupa Indah Rp15 miliar,” katanya lagi.
Kemudian dilanjutkan dengan ruas Bujung Tenuk – Penumangan Rp12 miliar, Penumangan – Tegal Mukti Rp20 miliar, Tegal Mukti – Tajab Rp40 miliar dan Tajap – Serupa Indah Rp12 miliar.
Sebelumnya 14 ruas jalan provinsi tersebut masuk dalam skala prioritas akan dibangun pada 2022 dengan dana pinjaman dari PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp569 miliar, akan tetapi pinjaman itu tidak terealisasi dan dianggarkan Rp300 miliyar dalam APBD 2023. (Septa Herian Palga)

