Bandar Lampung (Inforial.co) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengatakan sebanyak 49 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di provinsi tersebut segera dibangun dan dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

“Untuk dapur SPPG ini ada dua, yakni yang dibangun oleh BGN dan ada yang dibangun oleh mitra yayasan swasta,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung Saipul di Bandarlampung, Rabu.

Ia mengatakan di Lampung akan ada 49 dapur SPPG yang dibangun oleh BGN menggunakan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Sebenarnya Lampung memiliki kuota pembangunan dapur SPPG yang dibiayai APBN sebanyak 45 unit, namun diajukan menjadi 49 unit. Akan tetapi tidak semuanya langsung disetujui, melainkan harus dilakukan verifikasi yang cukup ketat oleh tim verifikasi dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU),” katanya.

Dia menjelaskan hingga saat ini masih dalam berproses verifikasi lapangan dan belum selesai pembuatan laporan oleh berbagai pihak.

“Untuk tahap perencanaan semua sudah berjalan, tahap lelang perencanaan pun sudah mulai oleh BGN,” ucap dia.

Menurut dia, pemerintah daerah berperan dalam penyediaan serta peminjaman aset tanah dalam pembangunan dapur SPPG. Untuk seluruh proses pembangunan dimulai, hingga selesai akan dilakukan oleh BGN.

“Kemarin sudah dilihat lahan yang ada layak untuk dibangun atau tidak, sekaligus jarak tempuhnya. Kami berharap 45 dapur SPPG di Lampung dapat di setujui agar segera dibangun dengan baik serta bisa memberikan pelayanan maksimal,” ucapnya.

Dia mengatakan selama proses penyediaan lahan dan persiapan pembangunan tidak terdapat kendala. Namun khusus untuk pembangunan SPPG yang dikelola pihak swasta, mitra harus melalui berbagai tahapan dalam sistem yang sudah ditentukan.

“Kemudian harus memenuhi syarat administrasi. Kalau sudah disetujui secara administrasi titik lokasi unit SPPG, maka titik dapurnya itu harus ada progres dulu baru selanjutnya dapat dibangun,” ujar dia.

Selain itu, lanjutnya, sebelum beroperasi memberikan layanan, dapur SPPG baik yang dikelola swasta ataupun pemerintah, harus menyiapkan pasokan bahan pangan serta melakukan perekrutan sumber daya manusia yang akan bekerja di lokasi tersebut.

“Nanti pegawai yang akan direkrut kurang lebih sekitar 47 orang untuk dapur SPPG dari BGN,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *