Bandar Lampung – Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Lampung Selatan mengecam pernyataan Sekretaris KONI Bandar Lampung Rahmudin yang akan mencoret biliar dari cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan pada Porprov X Lampung pada 18-28 November 2026 mendatang.

Ketua Pengcab POBSI Lamsel, Muslim Pranata, menjelaskan jika Bandar Lampung sebagai tuan rumah tidak memiliki hak mutlak dalam menentukan cabor yang akan dipertandingkan pada Porprov X Lampung 2026.

Penentuan cabor yang akan dipertandingkan pada Porprov ditentukan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung selaku penyelenggara dan pengprov cabor yang menaungi olahraga tersebut.

“Mestinya pihak KONI Bandar Lampung tidak melontarkan pernyataan kontroversi tersebut dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPRD dan Pengprov POBSI Lampung,” sesal Muslim, Rabu (16/9/2026).

KONI Bandar Lampung, lanjut Muslim, mestinya menjadi pihak penengah untuk mencari solusi atas permasalahan Pengcab POBSI Bandar Lampung yang kepengurusannya telah habis sejak 2025 lalu sehingga terancam absen pada Porprov X Lampung 2026 mendatang.

Rapat dengar pendapat antara Komisi IV DPRD Bandar Lampung, KONI Bandar Lampung dan Pengprov POBSI Lampung, mestinya menjadi ruang alternatif dalam mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah yang terjadi terhadap kepengurusan Pengcab POBSI Bandar Lampung.

“Tidak semestinya dihiasi pernyataan kontroversi yang justru memperkeruh suasana dalam upaya mencari solusi,” tambah Muslim.

Sebelumnya, Sekretaris Koni Bandar Lampung, Rahmudin, dihadapan ketua dan anggota Komisi IV DPRD Bandar Lampung mengatakan akan mencoret biliar dari cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Porprov X Lampung 2026.

“Sebagai tuan rumah KONI Kota Bandar Lampung berhak untuk tidak mempertandingkan cabor biliar dalam porprov,” tegas Rahmudin.

Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Bandar Lampung Asroni Paslah menginginkan agar atlet biliar Bandar Lampung dapat bertanding dalam Porprov X Lampung 2026.

Untuk itu legislator Partai Grindra tersebut meminta agar Pengprov POBSI Lampung melalui carateker yang telah ditunjuk untuk segera menggelar Muskotlub.

“Sebaiknya carateker yang telah ditunjuk Pengprov Lampung segera menggelar Muskotlub sebelum pelaksanaan Porprov,” imbau Asroni Paslah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *