BANDAR LAMPUNG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Lampung melalui Stasiun Meteorologi Radin Intan II mendeteksi adanya lonjakan anomali titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Provinsi Lampung, Minggu, 1 November 2026.

Peringatan dini area rawan menunjukkan bahwa Kabupaten Tulang Bawang menjadi wilayah dengan konsentrasi terbanyak, yakni mencatatkan 11 titik panas dalam kurun waktu 24 jam terakhir dengan tingkat kepercayaan (confidence) medium.

Berdasarkan data monitoring sebaran titik panas pukul 11:46 WIB, deteksi anomali suhu ini tidak hanya terpusat di Tulang Bawang, tetapi juga tersebar di beberapa kabupaten lain di Provinsi Lampung.

Wilayah-wilayah tersebut meliputi Kabupaten Mesuji (seperti di Rawa Jitu Utara dan Mesuji), Lampung Tengah (Bandar Mataram), Lampung Utara (Muara Sungkai dan Sungkai Selatan), Way Kanan (Rebang Tangkas), Lampung Timur (Jabung), hingga Lampung Selatan (Bakauheni dan Pulau Sebesi).

Pihak BMKG menjelaskan bahwa pendeteksian titik panas ini menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar, seperti NOAA20, S-NPP, TERRA, dan AQUA. Sensor tersebut bekerja dengan cara memantau anomali suhu panas yang terpantau secara relatif tinggi dibanding wilayah di sekitarnya, yang menjadi indikasi visual potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dengan adanya lonjakan 11 titik panas di Tulang Bawang serta sebaran di berbagai kabupaten lainnya, masyarakat dan instansi terkait diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi potensi serta dampak lanjutan dari anomali suhu tinggi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *