Lampung Tengah – kekecewaan mendalam kini tengah membara di bumi Lampung Tengah. Keputusan tidak disahkannya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2026 oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Tengah mendatangkan gelombang protes keras. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk pengabaian telak terhadap masa depan generasi muda dan prestasi daerah, Jum’at, 9 Oktober 2026.

Bagaimana tidak? Di saat ribuan atlet muda berdarah-darah menyiapkan diri menghadapi ajang bergengsi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Lampung 2026, palu birokrasi justru dijatuhkan untuk melumpuhkan anggaran mereka.

Akibat kebuntuan politik dan administrasi anggaran ini, kontingen resmi Lampung Tengah kini terancam gagal berangkat dan harus menelan ludah melihat daerah lain melangkah maju.

Hal ini mengarah pada kepemimpinan Plt Bupati Lampung Tengah. Keputusan untuk tidak mengesahkan APBD Perubahan ini dinilai tidak peka terhadap denyut nadi masyarakat, khususnya para insan olahraga yang membawa nama baik daerah.

Alih-alih menjadi pelindung dan penyokong utama semangat juang rakyatnya, kebijakan eksekutif justru menutup rapat keran finansial yang menjadi urat nadi keberangkatan para pahlawan olahraga.

Ironisnya, akibat mandeknya anggaran daerah ini, KONI Lampung Tengah terpaksa harus turun ke jalan, mengetuk hati masyarakat luas dengan membuka donasi publik demi menyelamatkan harga diri daerah.

Sebuah pemandangan yang memilukan ketika pemerintah daerah seolah menutup mata dan anggaran dialihkan dari prioritas penting, beban justru dilemparkan kepada rakyat kecil yang harus patungan demi anak-anak mereka bisa bertanding.

Hingga berita ini diterbitkan, wartawan Inforial.co telah mengonfirmasi kepada Ketua DPRD Lampung Tengah, Febriyantoni, namun belum ada tanggapan resmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *