WASHINGTON D.C. – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan serangan militer langsung terhadap kelompok Houthi di Yaman. Sikap ini diambil menyusul serangan rudal di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh yang menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai ratusan lainnya, 11 Oktober 2026.

Saat berbicara kepada awak media di Gedung Putih, Trump menyebut serangan yang menargetkan infrastruktur sipil di Arab Saudi tersebut sebagai peristiwa yang sangat mengerikan.

“Mungkin saja. Kami akan mempertimbangkannya. Kami baru saja mendengar kabar tentang serangan terbaru ini, jadi kami akan segera mengambil keputusan. Kami bergerak sangat cepat,”tegas Donald Trump saat ditanya apakah AS akan bergabung dalam serangan udara bersama militer Arab Saudi.

Trump menekankan keprihatinannya atas meningkatnya eskalasi serangan ke wilayah sekutu utamanya di Timur Tengah. Meski mengakui keandalan militer Kerajaan Arab Saudi, ia menilai eskalasi ancaman Houthi memerlukan evaluasi tindak lanjut dari Washington.

“Dengar, bangsa Saudi adalah petarung yang baik. Namun menurut saya, serangan ini adalah hal yang sangat mengerikan,” tambah Trump. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *