Bandar Lampung – Anggota DPRD Lampung Rahmad Mirzani Djausal berpesan kepada masyarakat terkait pentingnya persatuan dalam berbangsa dan bernegara agar sejarah kelam bangsa tidak terjadi kembali.

Pesan itu disampaikan Mirza pada kegiatan sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Sumber Rejo, Kemiling, Bandar Lampung, Sabtu (3/12/2022).

Mirza menceritakan jika Indonesia merupakan bangsa dengan sumber daya alam yang melimpah. Sehingga banyak Negara ingin menguasai kekayaan alam yang ada di Indonesia. Dan itu tercatat dalam sejarah kelam bangsa Indonesia.

“Dahulu saat masa penjajahan, negara lain datang ke Indonesia untuk berdagang dan ingin menguasai rempah-rempah yang ada di Indonesia,” terang Mirza.

Untuk menguasai rempah-rempah yang ada di Indonesia, kala itu penjajah melakukan beragam upaya. Salah satunya dengan mengadu domba anak bangsa.

Agar sejarah kelam bangsa tidak kembali terulang, Mirza berpesan kepada masyarakat untuk mempererat persatuan dan setauan. Hal itu mesti dilakukan serta tetap berpedoman dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar Negara.

“Indonesia merupakan bangsa yang kaya sumber daya alamnya, sehingga kita sebagai rakyat harus terus menjaga persatuan dan kesatuan. Dengan demikian celah-celah perpecahan itu dapat diminimalisir,” pungkasnya.

Beliau juga berpesan, menyambut tahun politik ini, masyarakat jangan mau dipecah belah dengan beragam kepentingan. Maka dari itu ia kembali mengingatkan bahwa sangat pentingnya menjaga kesatuan dan persatuan.

“Menjelang tahun politik, kita harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman, seperti ragamnya kepentingan dan perbedaan keinginan. Jangan sampai terjadinya perpecahan karena berbedanya pilihan,” harapnya ketua DPD gerindra, Rahmat Mirzani djausal

Diwaktu yang sama narasumber lainnya, Erizal, juga sepakat bahwa menyambut tahun politik ini jangan sampai menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat karena berbedanya pilihan.

“Jelang tahun politik ini, jangan sampai kita mudah untuk dipecah belah karena beragamnya kepentingan. Sehingga mari selalu kita kedepankan persatuan dan kesatuan untuk tetap menjaga keutuhan Bangsa dan Negara,” tutupnya. (Wikal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *