
BANDAR LAMPUNG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung mencatat lonjakan signifikan kasus influenza di wilayahnya. Sepanjang periode 1 Januari hingga awal November 2026, jumlah kasus infeksi saluran pernapasan ini melonjak hingga hampir tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Berdasarkan data pemantauan, tercatat sebanyak 669 kasus influenza kumulatif, meningkat drastis dari 223 kasus pada periode yang sama di tahun 2025. Subtipe virus yang paling mendominasi dan banyak terdeteksi adalah Influenza A (H1N1) pdm09.
Lonjakan kasus ini didominasi temuan di Kota Bandar Lampung yang menjadi lokasi fasilitas kesehatan pemantauan utama (site sentinel Influenza-Like Illness / ILI di Puskesmas Sumur Batu serta Severe Acute Respiratory Infections / SARI di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek). Pihak Dinkes menyebutkan, beberapa kasus berat bahkan memerlukan perawatan intensif di rumah sakit, terutama yang menyerang kelompok rentan dengan riwayat penyakit penyerta (komorbid).
Kelompok Rentan yang Perlu Ekstra Waspada
Virus Influenza A dikenal sangat mudah menular melalui droplet udara saat batuk atau bersin. Sejumlah kelompok masyarakat berikut dilaporkan paling berisiko mengalami gejala berat hingga komplikasi serius:
- Anak-anak dan lanjut usia (lansia)
- Ibu hamil
- Orang dengan obesitas
- Penderita penyakit paru kronis dan penyakit jantung
Tips Praktis Mencegah Penularan Influenza A
Guna menekan laju penyebaran virus dan melindungi diri serta keluarga, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk disiplin menerapkan langkah pencegahan berikut:
- Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): Rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, atau memanfaatkan hand sanitizer secara berkala setelah beraktivitas di tempat umum.
- Disiplin Etika Batuk dan Bersin: Selalu tutupi mulut dan hidung menggunakan tisu atau siku bagian dalam lengan saat Anda batuk atau bersin agar droplet tidak menyebar ke udara.
- Gunakan Masker: Segera gunakan masker jika Anda sedang mengalami gejala sakit seperti batuk, pilek, dan demam, atau saat berada di tengah kerumunan dan fasilitas kesehatan.
- Pertimbangkan Vaksinasi Influenza Tahunan: Dinkes mendorong masyarakat khususnya kelompok risiko tinggi seperti lansia, individu dengan komorbid, serta pekerja dengan mobilitas tinggi untuk mendapatkan vaksinasi influenza secara mandiri. (*)
