
LAMPUNG SELATAN — Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang dinamis. Berdasarkan laporan pengamatan terbaru Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk periode Minggu (11/10/2026) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, tingkat aktivitas gunung api setinggi 157 mdpl tersebut ditetapkan tetap bertahan pada Level III (Siaga).
Memasuki periode pengamatan enam jam pertama hari ini, kondisi cuaca di sekitar area gunung terpantau berawan dengan angin bertiup lemah ke arah barat laut. Suhu udara berada pada kisaran 25.6–27.7°C dengan kelembaban 78–82%. Secara visual, fisik Gunung Anak Krakatau terlihat cukup jelas hingga tertutup kabut tipis (Kabut 0-III), sementara hembusan asap dari kawah utama tidak teramati secara kasat mata.
Kendati visual permukaan kawah tampak tenang tanpa hembusan asap, instrumen seismograf PVMBG mencatat aktivitas kegempaan yang masih berlanjut di dalam perut gunung. Terekam sebanyak 2 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 15–32 mm berdurasi 8–9 detik, serta 1 kali gempa Vulkanik Dangkal beramplitudo 17.5 mm dengan durasi 15 detik. Selain itu, potensi pergerakan fluida di bawah permukaan juga ditandai dengan terekamnya 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 2–31 mm (dominan 6 mm).
Dinamika aktivitas ini juga berpengaruh pada peringatan keselamatan penerbangan. Melalui Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) terbaru, status peringatan penerbangan ditetapkan pada kode warna ORANGE. Laporan VONA mencatat rekaman erosi/erupsi pada seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 66 mm dan tremor hingga 20 mm, meskipun sebaran kolom abu vulkanik saat ini tidak terdeteksi di udara.
Menanggapi potensi bahaya yang ada, PVMBG mengeluarkan rekomendasi ketat agar masyarakat, wisatawan, nelayan, maupun pendaki tidak memasuki atau melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Pembatasan khusus juga diberlakukan dalam radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau guna mengantisipasi ancaman lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta erupsi sekunder akibat kontak lava panas dengan air laut.
Sementara itu, bagi masyarakat yang bermukim di pesisir Banten dan Lampung diimbau untuk tetap tenang, beraktivitas seperti biasa, dan tidak mudah terpengaruh isu tidak bertanggung jawab terkait potensi tsunami. Seluruh pihak diminta untuk memantau informasi resmi melalui BPBD setempat atau menghubungi Pos Pengamatan Gunungapi Krakatau di Pasauran, Banten (0254-651449 / 085846324506) serta PVMBG di Bandung (022-7272606).
