JAKARTA — Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara bukan sekadar pergantian pejabat. Dua figur yang sama-sama memiliki latar belakang ekonomi itu membawa penekanan berbeda ketika berbicara mengenai pengelolaan keuangan negara, Senin, 14 September 2026.

Purbaya sebelumnya tampil dengan pendekatan yang agresif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia menekankan pentingnya mengoptimalkan penerimaan negara sekaligus mempercepat peran APBN dalam menggerakkan perekonomian.

Bahkan, Purbaya pernah menyampaikan optimisme terhadap kinerja penerimaan negara. Ia menyebut penerimaan perpajakan hingga akhir Juli 2026 tumbuh hampir 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. “Penerimaan kita kuat juga tidak lemah,” kata Purbaya.

Di sisi lain, setelah mengambil alih posisi Menteri Keuangan, Suahasil justru langsung membawa pesan mengenai kesehatan dan kredibilitas APBN. Suahasil mengatakan arahan Presiden Prabowo Subianto adalah memastikan keuangan negara tetap sehat sekaligus dipercaya.

“Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara, artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut,” kata suahasil.

Menurut Suahasil, APBN memang harus digunakan untuk membiayai program-program prioritas pemerintah. Namun, kemampuan membiayai program tersebut harus tetap dibarengi dengan pengelolaan fiskal yang sehat.

“APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah, karena itu APBN-nya itu harus sehat. Selain APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel, APBN itu harus dapat dipercaya,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *