
Tanggamus – Kepala UPT Puskesmas Talang Padang dr. Eka Priyanto akan dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) atas dugaan manipulasi data pengelolaan dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Tahun Anggaran 2021.
Pelaporan terhadap Kepala UPT Puskesmas Talang Padang tersebut rencananya dilakukan DPW Lembaga Garuda Sakti (LGS) Lampung atas klarifikasi yang dianggap banyak kejanggalan pada Jum’at (16/9/2022) lalu.
Ketua DPD Garuda Sakti Supriansyah, S.H menjelaskan ketika pihaknya menemui Kepala UPT Puskesmas dr. Eka Priyanto tidak bisa menjelaskan secara gamblang terkait kebutuhan pelayanan dan sisa anggaran yang bersumber dari dana BLUD tahun 2021.
“Nilai anggaran Rp2,5 miliar itu masih rancangan sementara. Intinya gak habis sampai Rp2,5 miliar. Untuk belanja barang dan jasa pun tidak semua dibelanjakan hanya menyesuaikan dengan kebutuhan dari Puskesmas. Yang terpakai dari dana tersebut kalau tidak salah cuma Rp2,2 miliar saja. Kalo gak salah, saya lupa juga. Artinya tidak sesuai dari perkiraan awal yang semulanya mencapai Rp2,5 miliar diperkiraan awal,” jelas dr. Eka Priyanto.
Lebih lanjut dr. Eka menjelaskan bahwa untuk tenaga kesehatan di Puskesmas Talang Padang berjumlah 100 orang.
Sementara, ketika dihitung jumlah tenaga medis di Puskesmas Talang Padang jumlahnya tidak sampai 100 tenaga medik seperti yang di terangkan dr. Eka Priyanto.
Ketua DPW Lembaga Garuda Sakti Lampung Supriyansyah, SH menilai Kepala Puskesmas Talang Padang tidak kompeten dalam memberi penjelasan tentang perjalanan realisasi dana BLUD tersebut.
Bahkan dr.Eka cenderung menutup-nutupi kebenaran yang sesungguhnya. Sehingga menimbulkan dugaan kuat bahwa telah terjadi praktik korupsi dalam pengelolaan dana BLUD di Puskesmas Talang padang.
“Bagaimana mungkin Anggaran BLUD di tahun 2021 jelas pada Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) tercatat senilai Rp2,5 miliar rupiah dan setelah dilakukan perubahan menjadi Rp2,7 miliar rupiah. Sementara yang dijelaskan oleh KUPT hanya di pakai 2,2 miliar rupiah. ketika ditanya berapa silpa BLUD di tahun 2021 beliau tidak bisa menjawab,” kata Supriyansyah.
Selain itu, menurut Supriansyah masih banyak lagi kejanggalan-kejanggalan yang diduga disembunyikan oleh KUPT. Diantaranya seperti belanja obat-obatan dia tidak menerangkan secara signifikan dimana tempat berbelanja obat tersebut dan seperti apa prosesnya.
“Oleh sebab itu dalam waktu dekat kita akan segera melaporkan KUPT Puskesmas Talang Padang kepada APH,” tegasnya. (Jun)

