
Lampung Barat — Aliansi Mahasiswa Lampung Barat (AMLB) saat ini tengah menelisik dan mengkaji secara mendalam sejumlah temuan dugaan penyimpangan anggaran di tubuh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Lampung Barat, Selasa, 18 Oktober 2026.
Fokus kajian difokuskan pada proyek pengerjaan Pasar Tematik Lumbok Seminung yang menyisakan catatan finansial hingga 2,86 milliar.
Koordinator Lapangan AMLB, Wahyu Raditia, mengungkapkan bahwa temuan bernilai miliaran rupiah tersebut bersumber dari akumulasi kelebihan pembayaran, ketidaksesuaian spesifikasi fisik, kekurangan volume pengerjaan, hingga denda keterlambatan proyek yang belum disetorkan oleh pihak ketiga.
AMLB menilai, indikasi kerugian negara dalam proyek strategis ini murni dipicu oleh ketidakprofesionalan serta dugaan manipulasi pengerjaan yang dilakukan oleh oknum kontraktor pelaksana di lapangan.
“Saat ini tim internal AMLB sedang mendalami dan menelisik seluruh dokumen temuan tersebut di OPD Diskoperindag. Kami ingin memastikan data ini valid untuk melangkah ke tahap selanjutnya,” ujar Wahyu dalam keterangannya.
Wahyu menegaskan, penelisikan mendalam ini dilakukan untuk mengawal visi besar pembangunan daerah yang diusung Bupati Parosil Mabsus agar tidak dirusak oleh oknum penyedia jasa yang hanya berburu keuntungan pribadi.
“Kami mendukung penuh program pembangunan Pak Bupati Parosil. Namun dukungan terbaik mahasiswa adalah memastikan tidak ada oknum kontraktor nakal yang mempermainkan uang rakyat. Kami mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tidak ragu memanggil dan memeriksa secara hukum oknum-oknum pelaksana proyek yang terlibat,” tegas Wahyu.
Saat ini, inforial.co masih terus melakukan upaya konfirmasi ke pihak pihak terkait guna keberimbangan dalam pemberitaan. (*)
