LAMPUNG SELATAN — Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, masih berada pada Level III (Siaga). Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak mendekati kawasan kawah aktif.

Berdasarkan laporan resmi MAGMA Indonesia/Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, pengamatan pada 31 Agustus 2026 pukul 12.00-18.00 WIB menunjukkan aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau masih terpantau.

Secara visual, Gunung Anak Krakatau terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III. Petugas juga mengamati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis setinggi sekitar 5-50 meter dari puncak.

Kondisi cuaca di sekitar gunung api dilaporkan cerah hingga mendung, dengan angin lemah hingga sedang menuju utara, timur laut, barat dan barat laut. Suhu udara berada pada kisaran 29,5-33,2 derajat Celsius, sementara kelembapan mencapai 51-72 persen.

Dari sisi kegempaan, tercatat 11 kali gempa hembusan, 60 kali gempa Low Frequency, 54 kali gempa Hybrid/Fase Banyak, serta satu kali gempa Tremor Menerus. Jika seluruh kategori tersebut dijumlahkan, terdapat 126 kejadian kegempaan selama enam jam periode pengamatan.

Dengan kondisi tersebut, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih ditetapkan pada Level III (Siaga).

MAGMA Indonesia/PVMBG merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan dan pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau maupun melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Masyarakat yang berada di sekitar kawasan Selat Sunda juga diimbau tetap tenang dan mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi pemerintah.

Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau yang belum terverifikasi.

Sumber: MAGMA Indonesia/PVMBG Badan Geologi, Laporan Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau, 31 Agustus 2026 pukul 12.00-18.00 WIB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *