DPRD Lampung Pantau Pencegahan Covid-19 di RS dan Wilayah Perbatasan

Inforial.co – Kehadiran anggota DPRD Provinsi Lampung, Lesty Putri Utami, di Lampung Barat, guna melihat kondisi kesiapsiagaan terhadap wabah virus Covid-19, menampar keras 10 anggota DPRD Lampung asal Dapil Lampung IV. Pasalnya legislator yang diamanahkan dari kabupaten Lampung Barat, Pesisir Barat, dan Tanggamus tersebut belum ada bentuk kepedulian.

Sementara Lesty, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lampung, asal Dapil Lampung II (Lampung Selatan), secara langsung melihat kondisi, masyarakat, petugas rumah sakit, dan petugas di Posko perbatasan.

“Alhamdulillah, hari ini saya dapat melihat langsung kondisi Lampung Barat, termasuk kesiapsiagaan terhadap wabah virus Covid-19, dan saya memberikan apresiasi kepada masyarakat dan pemkab Lampung Barat,” kata Lesty, Jum’at (10/4/20).

Dijelaskan Lesty, kehadirannya di Lampung Barat, dan memberikan sejumlah bantuan kepada petugas posko perbatasan dan Rumah Sakit Umum Daerah Alimuddin Umar (RSUD-AU), sebagai bentuk kecintaannya kepada tanah kelahiran.

“Saya datang ke sini dengan membawa sedikit bantuan, baik bantuan makanan dan minuman, hand sanitizer serta Alat Pengaman Diri (APD) terutama kepada petugas Posko dan petugas kesehatan atas nama pribadi dan dana pribadi, merupakan bentuk kecintaan saya kepada tanah kelahiran,” ujar putri sulung Mukhlis Basri tersebut.

Untuk kesiapan RSUD AU, menurut Lesty, terkait kesiapan penanganan pasien, sudah sangat baik, dan gerakan yang sudah di lakukan bupati beserta jajaran layak mendapatkan apresiasi. Hanya saja yang perlu dievaluasi adalah jam tugas penjaga posko perbatasan.

“Setelah melihat langsung kesiapan RSUD AU, sudah sangat baik. Saya juga menyampaikan apresiasi kepada pak bupati dan jajaran, yang telah berbuat maksimal untuk pencegahan, salah satunya dengan program Gemar PM (Gerakan Masyarakat Pakai Masker), di mana telah membagikan 200 ribu masker kepada masyarakat. Tetapi saya harap jam tugas penjaga posko ditinjau kembali, katanya kalau sampai delapan jam satu kali piket itu sudah melampaui kemampuan kita sebagai manusia,” kata dia.

Lesty, juta merasa bangga dengan sikap gotong-royong, dan kebesaran hati masyarakat Lampung Barat, yang dengan tangan terbuka dan ikhlas menerima salah satu keluarganya yang wafat dengan status positif Covid-19.

“Kalau di daerah lain, menolak korban meninggal dunia akibat virus Corona untuk dimakamkan di wilayah mereka, tidak demikian dengan warga Lampung Barat yang secara bergotong-royong dan ikhlas menerima keluarganya yang meninggal dunia untuk dimakamkan di kampung halamannya sendiri, dan kebesaran hati tersebut sangat membanggakan,” tandas Lesty, yang juga didampingi anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lampung Barat, Ahmad Ali Akbar. (Advertorial)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *